Hujan di NTT Diperkirakan Masih Berlanjut, BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada

Foto: BMKG

NTT, KabarMedan.com | Banjir bandang disertai longsor memporak-porandakan sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4/2021) dini hari.

Hingga saat ini tercatat 54 orang korban ditemukan tak bernyawa akibat peristiwa tersebut. Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli mengatakan bahwa hingga saat ini pencarian korban masih terus dilakukan.

“Jumlah korban yang ditemukan meninggal hingga Minggu sore sebanyak 54 orang yang dari sebelumnya 20 orang. Kita masih terus mengupayakan pencarian,” ujarnya.

Agustinus juga menyampaikan bahwa banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan angin kencang dalam waktu yang lama tersebut tak hanya membawa longsoran tanah melainkan juga kayu dan batu dengan ukuran yang besar hingga menghantam pemukiman warga.

Baca Juga:  Kunjungi Pusat Pengatur Beban Sumatra, Dirut PLN Pimpin Upaya Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatra

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan badai siklon tropis 99S di Laut Sewu NTT tersebut dinamakan Badai Siklon Tropis Seroja. Meskipun begitu, pihak BMKG mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WITA itu belum menjadi yang terburuk. Badai Siklon Tropis Seroja dalam pantauan BMKG tengah bergerak ke barat laut dan mengganggu cuaca di NTT dan sekitarnya.

“Diperkirakan intensitas Bibit Siklon Tropis 99S masih akan menguat dan mencapai intensitas Siklon Tropis pada dini hingga pagi hari, sekitar 6 hingga 12 jam ke depan, jam 18 UTC atau 01.00 WIB tanggal 5 April 2021,” ujar BMKG dalam siaran persnya di Instagram @infobmkg.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Masyarakat NTT dan sekitarnya masih terus dihimbau untuk tetap waspada lantaran intensitas hujan yang disertai angin kencang dan petir diperkirakan masih akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan berhati- hati terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang dan lain-lain. Segera mencari tempat yang aman khususnya masyarakat di pesisir pantai dan hindari aliran atau bantaran sungai, daerah sekitar embung, pohon tinggi serta tiang listrik,” imbaunya. [KM-06]