Indonesia Diminta Tidak Lengah Mengingat Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 Berpotensi Lebih Parah

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com | Dua subvarian virus corona Omicron BA.4 dan BA.5 berpotensi memiliki sifat keparahan yang lebih tinggi dibanding varian Omicron, menurut hasil penelitian.

WHO dan para pakar meminta pemerintah dan masyarakat tidak lengah dan tetap waspada untuk mencegah kenaikan rawat inap atau bahkan kematian.

Peneliti ketahanan kesehatan global dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengatakan, Omicron varian BA.4 dan BA.5 bisa memiliki tingkat keparahan yang lebih besar karena memiliki mutasi yang diadopsi dari varian Delta.

BA.4 dan BA.5 ini bisa dengan cepat dan mudah masuk ke sel, ditambah lagi dia juga bisa bereplikasi di sel paru dengan sangat efektif, sehingga bisa membuat sifat keparahannya itu lebih meningkat,” ucap Dicky, dilansir dari Suara.com, Jumat (17/6/2022).

Dicky menambahkan, varian BA.4 dan BA.5 juga efektif menghindari sergapan antibodi tubuh. Artinya, meski seseorang sudah divaksinasi atau bahkan terinfeksi Omicron, orang itu bisa terinfeksi ulang oleh subvarian baru itu.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril dalam diskusi pada Kamis (16/6/2022) siang, menyebut dari 20 orang yang sudah teridentifikasi terinfeksi varian Omicron baru itu, semuanya sudah divaksinasi.

“Ada yang sudah booster, ada yang belum,” ujar Syahril.

Baca Juga:  Penghematan Energi, Puluhan Ribu Insan PLN Serentak Terapkan Clean Energy Day

Hingga Kamis sore, kasus positif harian Covid-19 bertambah sebanyak 1.173 orang, setelah pada hari sebelumnya menyentuh angka 1.242 kasus baru dalam satu hari.

Peningkatan jumlah kasus sekitar dua kali lipat ini terjadi sepekan setelah pengumuman pertama konfirmasi infeksi virus Omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia.

Perwakilan Indonesia di Badan Kesehatan Dunia (WHO), Diah Sumirnasih meminta pemerintah Indonesia agar tidak lengah, sambil melakukan langkah-langkah yang sudah dianjurkan WHO, seperti meningkatkan cakupan imunisasi dan memperkuat surveillance dengan melakukan 3T, yaitu Testing, Tracing dan Treatment.

Senada dengan Diah Suminarsih, Dicky Budiman juga meminta pemerintah dan masyarakat waspada, apalagi dengan adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan dalam beberapa hari.

Dalam sepekan, kasus positif Covid-19 di Indonesia naik lebih dari dua kali lipat. Pada Kamis pekan lalu, ketika subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diidentifikasi untuk pertama kalinya, jumlah kasus positif harian masih berjumlah 556.

Dicky meminta pemerintah mengkaji ulang beberapa pelonggaran, utamanya soal penggunaan masker, yang dia nilai ‘terlalu cepat’ diumumkan.

“Ketika sekarang, misalnya dikatakan ada 1.000 kasus ya di masyarakat bukan 1.000. Bisa 10 kali lipat dari itu. Dan itulah yang akhirnya membuat kita betul-betul harus waspada, jangan-jangan sudah mengarah ke kelompok yang rawan di populasi kita,” jelas Dicky.

Baca Juga:  Dukung Kebijakan WFH, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen

 Soal penggunaan masker, pihak pemerintah mengatakan banyak masyarakat yang salah mengartikan pelonggaran penggunaan masker yang sempat disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Kasubbid Dukungan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Alexander Ginting mengatakan pelonggaran memakai masker itu sifatnya kontekstual atau bisa dilakukan dalam kondisi tertentu saja.

“Artinya kalau saya keluar rumah dan di dekat rumah dan tidak ada kerumunan, saya bisa lepas masker. Tetapi manakala saya sudah sampai di terminal atau sudah sampai di stasiun maka masker yang ada di tas atau yang di saku saya itu saya pakai,” jelas Alex.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril mengatakan memang tidak semua masyarakat memahami sekaligus mematuhi aturan itu karena penerjemahannya pun berbeda-beda.

Oleh karena itu, pemerintah menyadari harus memperbaiki komunikasi publik dalam penanganan pandemi ini.

“Ini membutuhkan komunikasi publik agar masyarakat itu dari level apapun disampaikan dengan cara yang benar. Kita perlu melakukan edukasi dan komunikasi ini secara berulang-ulang,” tandasnya. [KM-07]