Infrastruktur Memprihatinkan, Pemko Medan Dikritik

MEDAN, KabarMedan.com | Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, pasangan Walikota Medan Dzulmi Eldin dan wakilnya Akhyar Nasution, sepertinya belum mampu berbuat banyak dalam urusan pembangunan Kota Medan.

Terlebih dalam urusan pembenahan infrastruktur yang hampir sebahagian besar kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Upaya perbaikan yang seolah tak terlihat mulai menjadi sorotan. Terlebih, menyangkut jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi masalah ini, dituding belum bekerja maksimal.

Situasi inilah dikritisi Ketua Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Medan M Firmanshah. Menurutnya, pembangunan Kota terbesar ketiga di Indonesia ini stagnan.

“Jika ditanya langsung ke masyarakat, saya yakin jawabannya seragam, infrastruktur kota medan saat ini sangat buruk. Salahsatu contoh saja menyangkut kondisi jalan,” katanya, Minggu (16/7/2017).

Firman mengaku, dirinya sangat miris melihat wajah Kota Medan saat ini. Dari 21 kecamatan, terkesan hanya sebagian besar saja yang mendapat perhatian ekstra. Selebihnya justru seolah dianaktirikan.

“Sangat ironi memang. Apalagi kondisi ini terjadi di saat kepemimpinan pak wali sudah memasuki tahun kedua, tapi pembangunan justru belum terlihat. Kamk mengimbau kepada pak wali janganlah berlaku diskriminatif untuk tiap wilayah,” ujarnya.

Dikatakannya, Medan bukan hanya Maimoon, Medan Baru, Medan Petisah atau Medan Kota saja, tapi 17 kecamatan lainnya juga termasuk wilayah kepemimpinan Dzulmi Eldin.

“Bagaimana perasaan warga lainnya misalnya warga Denai yang terlihat rata-rata infrastrukturnya kayak jalan hampir seluruhnya kupak kapik. Sementara wilayah Maimoon yang umumnya menjadi kawasan tempat tinggal pejabat, jalan-jalannya masih mulus tapi terus saja diaspal biar semakin bagus” sebutnya.

Untuk itu, ia meminta Walikota bersikap tegas terhadap SKPD bawahannya. Karena ini jelas berbahaya bagi kelangsungan roda pemerintahan Kota Medan ke depannya.

“Kami berharap walikota bisa memantau kinerja bawahannya. Kalau memang tidak mampu ya evaluasi saja, kalau perlu diganti. Karena saya yakin masih banyak pejabat lain yang mampu bekerja” ujarnya.

Firman bersama jajarannya dalam waktu dekat juga akan turun ke jalan menuntut realisasi pembenahan Kota Medan seperti apa yang digaungkan Eldin-Akhyar di masa kampanye dulu.

“Ini warning dari kita. Kita akan turun melakukan aksi damai ke Dinas PU dan Pemko Medan untuk mengingatkan walikota dan jajarannya akan janjinya dulu dan amanah yang diberikan warga medan di pundak mereka” pungkasnya. [KM-03]