Jangan Sembarangan, Ini Dia 7 Adab Ziarah Kubur Menurut Islam Jelang Ramadhan

Foto: Ist

MEDAN, KabarMedan.com | Menjelang bulan Ramadhan, kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat muslim adalah melakukan ziarah kubur. Namun, ternyata tidak semua dari mereka yang sudah memahami bagaimana adab ziarah kubur.

Ziarah kubur merupakan salah satu sunnah atau tradisi yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ternyata ada beberapa adab ziarah kubur yang perlu diperhatikan umat muslim.

Rasulullah SAW sendiri benar-benar melaksanakannya saat masih hidup di dunia. Bahkan Rasulullah SAW mengajari para sahabatnya bagaimana cara berziarah yang benar.

Kegiatan ziarah kubur Rasulullah SAW ditunjukkan dalam hadits yang diriwayatkan dari istri Rasulullah SAW, Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Tak seorangpun yang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekatnya, kecuali saudaranya itu terhibur (dengan kedatangannya) dan menjawab (salamnya) hingga ia meninggalkan tempatnya.”

Berikut adalah adab ziarah kubur yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW

  1. Mengucap salam
Baca Juga:  Pengadilan Negeri Sei Rampah Gelar Donor Darah, "Setetes Darah yang Kita Donorkan Merupakan Sumber Kehidupan Bagi yang Lain"

Adab yang pertama dilakukan dalam berziarah kubur adalah mengucapkan salam kepada penghuni kuburan muslim.

  1. Tidak memakai sandal di kuburan

Saat berziarah, kita disunnahkan untuk tidak memakai alas kaki saat berjalan di atas kuburan. Tujuannya adalah untuk menghormati penghuni kuburan.

Namun, jika tanah kuburan bertanah panas, basah dan lain sebagainya maka dibolehkan untuk memakai sandal.

Sebagaimana dalam sebuah hadits: “Wahai orang yang memakai sandal, celaka engkau, lepaslah sandalmu! Lalu orang itu melihat dan tatkala ia mengetahui (bahwa yang menegurnya adalah) Rasulullah SAW maka ia melepas dan melempar sandalnya,” (HR Abu Daud).

  1. Membaca surat pendek

Adab ziarah kubur lainnya adalah membaca surat pendek. Dengan membaca surat pendek, maka orang yang hadir akan mendapatkan pahala, sementara bagi mayatnya diharapkan akan mendapatkan rahmat.

  1. Mendoakan mayat

Rasulullah SAW melakukan ziarah di kuburan sahabatnya untuk mereka dan memohon ampunan untuk mereka. Dibolehkan untuk mengangkat tangan ketika mendoakan mayat dan disarankan untuk menghadap kiblat.

  1. Sebaiknya tidak menangis berlebihan
Baca Juga:  Sejumlah Perjalanan KA Terhambat, KAI Sayangkan Penghadangan Oleh Sekelompok Masyarakat

Menangis pada saat melakukan ziarah kubur diperbolehkan, karena Rasulullah SAW pun pernah menangis ketika melakukan ziarah kubur ibunya. Namun, hendaknya tidak berlebihan.

  1. Tidak duduk dan berjalan di atas pusara kuburan

Adab lainnya yang perlu diperhatikan adalah tidak duduk atau berdiri di atas kuburan. Sementara itu, diperbolehkan jika berjalan di samping atau di antara pusara-pusara kubur.

  1. Menyiram air di atas pusara

Menyiram air di atas pusara kuburan saat berziarah diperbolehkan. Hal ini berdasarkan salah satu hadits yang berbunyi: “Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya dan meletakkan kerikil di atasnya,” (HR Abu Daud).

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.