Sumatra Utara

Januari 2026, Sumut Inflasi 3,8 Persen, Tarif Listrik dan Emas Jadi Penyumbang Utama

Jurnalis:
Tri Kurniawan

MEDAN, KabarMedan.com | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Utara mencatatkan inflasi pada Januari 2026 mencapai 3,81% secara year on year (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,55% (yoy).

Statistisi Ahli Utama BPS Sumatera Utara Misfaruddin mengatakan, tarif listrik menjadi komoditas utama penyumbang inflasi tahunan Sumut pada Januari dengan kontribusi sebesar 1,13%.

“Tarif listrik, karena di awal tahun lalu ada kebijakan pemerihtah mendiskon tarif listrik untuk bulan Januari-April,” kata Misfaruddin usai agenda rilis BPS di Medan, Senin (2/2).

KABAR TERKAIT

Selain tarif listrik, sejumlah komoditas lain juga memberikan andil signifikan terhadap inflasi Sumut. Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan dengan kontribusi 0,90%, beras sebesar 0,30%, ikan dencis 0,26%, serta daging ayam ras 0,20%.

“Meski masih berada pada level relatif tinggi, Misfaruddin menyebutkan laju inflasi tahunan Sumut pada Januari 2026 menurun dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebesar 4,66% (yoy),”tambahnya. [KM-09]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.
Jurnalis:
Tri Kurniawan