MEDAN, KabarMedan.com | Jumlah penumpang kereta api di Sumut anjlok hingga 60 persen, meski manajemen KAI sudah melakukan pengurangan perjalanan dampak pandemi virus corona.
“Jumlah penumpang kereta api rata-rata paling tinggi hanya 40 persen dari kapasitas kursi yang tersedia,” kata Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat, dalam keterangannya, Jum’at (3/4/2020).
Penurunan jumlah penumpang kereta api yang sangat siginifikan itu terus dievaluasi, agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar pada KAI Sumut.
Daniel menjelaskan, penurunan jumlah penumpang sudah mulai terlihat di minggu kedua bulan Maret. Bahkan, untuk KRD Medan – Binjai – Medan, penurunan jumlah penumpang sangat besar. Kalau di hari normal tingkat keterisian KA mencapai 150 persen, sejak pandemi corona tinggal hanya 20 – 30 persen.
“Adanya COVID-19 yang berdampak pada penerapan social distancing dan imbauan tinggal di rumah berpengaruh besar kepada isian penumpang,” katanya.
Untuk mengantisipasi pembatalan perjalanan KA lagi, manajemen KAI menerapkan kebijakan memindahkan penumpang ke KA berikutnya atau pengembalian penuh pembatalan tiket penumpang.
“Penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket akan kita alihkan ke KA lain, atau akan dilakukan pengembalian tiket secara penuh,” pungkasnya. [KM-01]














