Kabupaten dan Kota di Sumut Diminta Serius Tangani Masalah Virus Corona

Ilustrasi virus corona.

MEDAN, KabarMedan.com | Pemerintah Provinsi Sumatra Utara meminta kabupaten/kota berkomitmen dan serius menangani masalah virus corona atau COVID-19.

Plh Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Arsyad Lubis mengatakan, Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi telah mengeluarkan instruksi tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Covid-19. Kesiapsiagaan perlu dilakukan meski saat ini belum ditemukan kasus positif Corona di Sumut.

“Jika sudah terbangun komitmen dan pemikiran yang sama antara Pemprov, Kabupaten/Kota dan instansi terkait, katanya, diharapkan akan lebih mudah dalam penanganan masalah Covid-19 ini. Penanganannya akan berjalan baik dan masyarakat pun menjadi tenang,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit mengaku, hingga kini Sumut masih aman dari virus corona atau Covid-19. Namun, semua pihak terkait perlu melakukan kesiapsiagaan.

Baca Juga:  Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 KM Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

Ia mengaku, ada beberapa pasien yang dikirim ke RSUP Adam Malik karena diduga suspect Covid-19. Namun, dari semua yang dirikim seluruhnya negatif suspect Covid-19.

Dirinya pun meminta rumah sakit daerah tidak buru-buru mengirim pasien ke RSUP Adam Malik, sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 sebelum didiagnosis dengan benar.

“Dari seluruh yang dikirim, tidak ada yang suspect. Idealnya rumah sakit daerah konsultasi dulu. Kalau memang dia pasien dalam pengawasan atau suspect Covid-19, silakan kirim. Tapi kalau hanya berdasarkan isu ya jangan dulu. Dokter yang merawatnya di daerah harus komunikasi dulu dengan dokter-dokter di RSUP Adam Malik, sehingga yang dikirim itu betul-betul yang seharusnya dikirim,” ungkapnya.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Tentang informasi adanya 350 warga Sumut yang baru pulang dari tabligh akbar di Malaysia, Alwi mengaku baru mendapat kabar tersebut.

“Kita baru dapat informasinya hari ini, sedang kita cari siapa saja itu. Untuk memutus mata rantai penularannya ya seperti itu. Kalau sudah dapat kita suruh di rumah saja (isolasi), karena dia kan dalam masa inkubasi, setelah selesai 14 hari silakan ke mana-mana, sudah aman,” pungkasnya. [KM-03]