MEDAN, KabarMedan.com | Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, meminta aparat penegak hukum segera bertindak cepat untuk mengusut penyebab kebakaran hutan di Sumut dan menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan.
Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), penyebab kabut asap menyelimuti wilayah Sumut, termasuk Kota Medan dan sekitarnya akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah Propinsi di Pulau Sumatera.
“Kebakaran paling parah terjadi di Riau. Sedangkan di wilayah Sumut terpantau hanya empat titik yaitu di Kabupaten Karo, Mandiling Natal, Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan. Tetapi skala kebakaran terpantau kecil dibandingkan wilayah Riau,” ujar Erry.
Kendati demikian, kabut asap kiriman dari Riau dan sejumlah daerah disekitarnya mengakibatkan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) menjadi terganggu. Bahkan sejumlah maskapai penerbangan terpaksa menunda penerbangan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
“Hari ini, sedianya saya terjadwal bertemu dengan para Bupati dan Walikota sekepulauan Nias. Tetapi karena kabut asap, penerbangan dari Nias ke Kualanamu dibatalkan. Akibatnya, agenda pertemuan juga ikut batal,” jelas Erry.
Tidak lupa Erry meminta kepada aparat penegak hokum untuk mengusut penyebab kebakaran hutan di wilayah Sumut karena telah menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.
“Jika ada yang terindikasi melakukan pembakaran hutan secara sengaja, tindak sesuai hukum yang berlaku,” harap Erry.
Tidak hanya mengakibatkan batalnya sejumlah penerbangan, kabut asap juga mengancam kesehatan warga. Sejak tiga hari terakhir, warga Kota Medan dan pengendara motor telah menggunakan masker dalam beraktifitas diluar rumah.
“Jika tidak penting, sebaiknya kurangi beraktifitas diluar rumah. Jika tetap harus beraktifitas, sebaiknya menggunakan masker. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” saran Erry. [KM-01]














