
MEDAN, KabarMedan.com | Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut mengedukasi kaum muda melalui sosialisasi dengan media tradisional dan seni budaya. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Ahmad Tahir, Akpar Pancing, Minggu (25/10/2015), dihadiri anggota DPR RI Komisi IX, Marwan Dasopang sebagai narasumber.
Legislator Senayan ini mengajak para pemuda yang belum menikah, agar memahami pentingnya mencegah kehamilan muda. “Pemuda harus memahami program generasi berencana,” katanya.
Dijelaskannya, jargon yang disampaikan BKKBN sangat penting untuk ditanamkan dalam diri. “Kalau dulu ‘Banyak Anak Banyak Rezeki’. Tapi, saat ini sudah beda jargonnya, ‘Banyak Anak Banyak Repotnya’. Ini yang harus dipahami para kaula muda, agar bisa mencegah pernikahan dini,” ujarnya.
Menurutnya, pernikahan dan kehamilan dini bisa berdampak pada biologis dan psikologis kaum muda. Berdasarkan data dari BKKBN, saat ini masih banyak yang menunjukkan angka kehamilan di usia muda.
“Sudah saatnya mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki di usia muda dan juga mencegah kelahiran yang dikehendaki terjadi pada usia muda,” ucapnya.
Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut melalui Kabid KSPK, Linda Latipa mengatakan, program generasi berencana sangat baik untuk dipahami oleh generasi muda. Sebab, pendewasaan usia perkawinan sangat baik untuk kesehatan.
Menurutnya, program generasi berencana ini juga untuk menolak bencana hidup. Sebab, menikah tanpa rencana akan membawa bencana.
“Kita ingin memberikan pengertian, pemahaman dan kesadaran kepada remaja untuk merencanakan keluarga, dapat menghasilkan hal yang baik. Sebab, menikah tanpa rencana akan membawa bencana,” sebutnya.
Harapannya, semua para kaum muda harus merencanakan dengan baik untuk berkeluarga. Agar hal yang positif dalam aspek biologis, psikologis dan aspek lainnya bisa berjalan dengan baik. [KM-01]













