MEDAN, KabarMedan.com | Kelompok Cipayung Sumatera Utara menilai, bahwa Pemprov Sumut gagal dalam menghadapi pandemi COVID-10.
Ketua Badko HMI Sumut M. Alwi Hasbi Silalahi mengatakan, pemerintah provinsi Sumut mengalami kegagalan penanganan di sektor kesehatan dan sosial masyarakat.
“Sektor kesehatan sudah gagal sejak awal, pemprov tidak berdaya menekan penyebaran pandemi. Selain di kesehatan, bukti-bukti kegagalan terlihat nyata pada sektor ekonomi, sosial dan pangan,” kata Alwi dalam keterangannya,” Senin (11/5/2020).
Hasbi menjelaskan, hingga saat ini Pemprov Sumut tidak mampu berbuat banyak terhadap masyarakat yang terkena PHK.
Pemprov Sumut juga dinilai tidak memiliki data sasaran bantuan yang valid, dan tidak dapat memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik.
“Selain itu, hampir seluruh jenis kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Ini pertanda Pemprov Sumut tak berdaya. Kasihan masyarakat, kita dalam bahaya. Khususnya masyarakat kurang mampu,” cetusnya.
Ketua Umum Korwil GMKI Sumut-NAD Gito Pardede mengaku, Pemprov Sumut perlu mempersiapkan skenario baru tentang kebijakan di tengah situasi pandemi COVID-19, jika tidak ingin semakin banyak korban berjatuhan.
Sebab, kebijakan tiga bulan yang sudah berjalan ini tidak mengangkat ekonomi dan kehidupan masyarakat di Sumut.
“Beberapa kebijakan di antaranya bersifat dilematis tanpa fokus dan nyaris tanpa terobosan, karena korban COVID-19 di Sumut melonjak tinggi beberapa hari terakhir. Pemprov juga perlu memperhatikan sektor pertanian dengan dalam pemenuhan sembako,” jelas dia.
Ketua DPD GMNI Sumatera Utara Paulus Peringatan Gulo menilai, Pemprov Sumut lambat dalam pendistribusian sembako untuk masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bahan pokok.
“Kita berharap Pemprov Sumut memiliki rencana candangan agar penanganan COVID-19 cepat dan tidak terdampak ke ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Komisaris Daerah PMKRI Sumbagut Parno Mahulae, meminta agar Pemprov Sumut bergerak lebih sigap dan penanganan virus ini.
“Tes massal harus segera dilakukan agar pemetaan penyebaran virus ini dapat dideteksi dengan cepat. Penyediaan alat-alat kesehatan juga harus ditingkatkan. Semakin meningkatnya penyebaran virus ini, kesiapan medis juga harus dtingkatkan. Jangan sampai medis kita tidak sanggup dalam menangani virus ini,” pungkasnya. [KM-03]














