Kisah Eddy Pulang ke Jakarta, Naik Bus dan Bermodal Surat Kesehatan

MEDAN, KabarMedan.com | Eddy Putra Sembiring terpaksa memilih menggunakan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) untuk kembali ke Jakarta. Keberangkatannya menggunakan bus dari Medan adalah pengalaman pertamanya .

Eddy mengaku tidak memiliki cukup uang untuk test swab PCR, seperti yang disyaratkan untuk naik pesawat ke Jakarta.

Hal ini dikatakan Edy kepada wartawan saat ditemui di loket bus yang akan membawanya ke Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Eddy mengaku, bekerja di proyek konstruksi di Jakarta sejak awal tahun. Sebelum merebaknya COVID-19, Eddy mengaku ditugaskan untuk mengawasi proyek di Medan.

Saat selesai ia harus kembali ke Jakarta. Namun, ia terpaksa harus menunggu karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga:  BPS Sosialisasikan Indikator Makro Sumut Semester I 2024

“Untuk kembali ke Jakarta saya sudah mengurus Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Dokumen ada saya bawa,” katanya.

Ia mengurus surat kesehatan itu di salah satu rumah sakit Tembung, Deli Serdang. Surat itu ditunjukkannya kepada petugas saat membeli tiket, dan akan dibutuhkan saat dalam perjalanan ketika terdapat pemeriksaan.

Ia terpaksa memilih jalur darat karena syarat yang harus dipenuhi hanya surat kesehatan. Di rumah sakit ia melakukan rapid test dan hasilnya non reaktif.

“Jika lewat jalur udara mesti dengan PCR. Itu yang memberatkan bagi saya, makanya saya pilih bus. Bisa dengan surat kesehatan, dengan rapid test. Biaya rapid test Rp 489 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Selama Libur Sekolah, KAI Divre I Sumut Berangkatkan Lebih Dari 146 Ribu Penumpang

Ia mengaku, tidak tahu berapa waktu dan jarak yang ditempuh untuk sampai ke Jakarta.

“Jalur udara tentu jauh lebih efektif. Namun karena syarat test dengan PCR, saya memilih darat,” ungkapnya.

Eddy yangmengaku tinggal di Kelurahan Duren Timur, Jakarta Timur ini, seharusnya kembali pada 30 Mei 2020.

Karena adanya aturan PSBB, ia baru bisa pulang pada 10 Juni 2020. “Kalau telat lebih lama lagi, mungkin saya dipecat,” pungkasnya. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.