Konsul AS Untuk Sumatera Apresiasi Gerakan Literasi YP Parulian

MEDAN, KabarMedan.com | Yayasan Pendidikan (YP) Parulian akan mendeklarasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada akhir Oktober nanti. Ketua YP Parulian, Sopar Siburian mengatakan, GLS merupakan bentuk komitmen YP Parulian untuk menghasilan tamatan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan abad 21.

“Kita hidup di abad 21 yang dikenal sebagai era informasi. Karena itu kami memperlengkapi anak-anak didik dengan keterampilan literasi. Dengan memiliki keterampilan literasi, maka lulusan YP Parulian akan mampu mencari, menganalisis, memahami dan menggunakan informasi untuk mendukung gerak pembangunan,” kata Sopar, Kamis (6/10/2016).

Sementara itu, Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera, Juha P. Salin, mengapresiasi langkah YP Parulian menggerakkan literasi. Sebagai lembaga pendidikan yang sudah beroperasi hampir 60 tahun, YP Parulian mempunyai pengaruh di Sumut. Ia berharap langkah YP Parulian dapat diikuti sekolah-sekolah lain.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

“Saya sangat senang mendengar informasi bahwa YP Parulian menjadi lembaga pertama yang mendeklarasikan gerakan literasi,” ujarnya.

Senada dengan Konsul AS, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut, Agus Marwan mengatakan, YP Parulian merupakan yayasan pendidikan pertama di Sumut yang mendeklarasikan GLS kepada publik. GLS YP Parulian merupakan implementasi Permendikbud No 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

“Ada tiga tahap GLS yang diatur dalam Permendikbud yaitu tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. YP Parulian akan menjalankan ketiga tahap tersebut. Bahkan ratusan guru Parulian telah dilatih active learning sebagai modal awal mengintegrasikan literasi kedalam pembelajaran,” tukas Agus.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

GLS di YP Parulian diimplementasikan oleh 3.444 siswa dan 314 guru. Setiap siswa ditarget tuntas membaca minimal 4 buku setahun. Sedangkan guru ditargetkan tuntas membaca minimal 6 buku dalam satu tahun. Saat ini YP Parulian mengelola 16 sekolah yang terdiri dari 7 SD, 4 SMP, 2 SMA dan 3 SMK yang tersebar di Medan, Toba Samosir, dan Dairi. [KM-01]