KSI Gandeng PT KAI Memperbaiki Jembatan Pemukiman Nelayan di Belawan

MEDAN, KabarMedan.com | Akses jembatan pemukiman nelayan itu dulunya begitu mengkhawatirkan. Ketakutan akan papan yang lapuk kala melintas karena penuh lubang yang mengancam terperosok ke dalam air, kerap mewarnai hari-hari mereka.

Tapi perasaan was-was itu kini telah punah. Tak ada lagi kerutan wajah kengerian. Yang tersisa kini senyum merekah dari wajah para warga yang telah memiliki akses jembatan baru.

Layaknya anak yang mendapatkan mainan baru, begitulah gambaran kegembiraan para warga Ujung Tanjung 2 Bagan Deli, Belawan. Mereka bebas menapaki langkah dan membuka lembaran cerita baru dalam menyongsong geliat ekonomi rumah tangganya.

Ya, kisah itu berawal saat kelompok sosial peduli masyarakat pesisir, Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) hadir di lokasi tersebut pada pertengahan Oktober 2022 lalu.

Baca Juga:  Ribuan Warga Medan Padati Lapangan Sejati Pratama Laksanakan Salat Idul Fitri Bersama Bobby Nasution

Saat itu, sepenggal cerita mengejutkan kala para pemanggul jenazah seorang warga yang baru saja meninggal dunia terperosok ke dalam air karena akses jembatan rusak dan sempit.

Terpanggil dengan kondisi miris itu, KSI pun berinisiatif membenahi jembatan yang menjadi akses jalan satu-satunya warga untuk beraktifitas.

Menggandeng PT KAI dengan program TJSL-nya sebagai Sahabat Sharaswaty yang bersedia melakukan perbaikan jembatan tersebut.

“Kita merasa miris, di tengah kemegahan kota ternyata masih banyak pemukiman warga yang belum tersentuh dan butuh pembenahan, maka KSI berinisiatif mencari solusi,” ujar Founder KSI, Dewi Natadiningrat kepada awak media, Minggu 13 November 2022.

“Alhamdulillah, PT KAI ikut mendukung niat baik kita dan proses pembenahan jembatan sebagai akses utama warga, baik anak sekolah dan para pekerja serta aktifitas penting lainnya itu bisa berjalan lancar,” ujar Dewi melanjutkan.

Baca Juga:  Tawuran Geng Motor Pecah di Desa Sei Rotan, Warga Ketakutan

Seketika itu KSI langsung bergerak dengan menyediakan papan sebagai media jembatan yang digunakan. Sementara untuk pengerjaannya, melibatkan langsung warga sekitar untuk bergotong royong.

“Kita melibatkan masyarakat juga dalam hal pengerjaannya. Alasannya sederhana agar mereka merasa memiliki dan merawat fasilitas jembatan yang telah dibangun dengan tangan mereka sendiri,” tutur Dewi lagi.

Pengerjaan jembatan itu kini telah selesai. Langkah Dewi bersama KSI tak berhenti di sini.

Mengingat, masih banyak misi sosial lain yang akan diemban dan akan menjadi program lanjutan di tengah masyarakat pesisir yang membutuhkan. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.