SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memastikan proses keberangkatan jemaah haji tahun 2026 akan dimulai pada April mendatang. Jemaah kloter pertama dijadwalkan masuk asrama haji pada bulan April 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh, Sergai, H. Hasan Basri, saat ditemui di kantornya yang berada di Kompleks Gedung Baznas Sergai, Jalan Negara, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Jumat (09/01/2026).
“Keberangkatan haji kita mulai bulan April. Insyaallah mulai 21 April jemaah kloter pertama sudah masuk asrama haji, meskipun belum dapat dipastikan berada di kloter berapa,” ujar Hasan Basri.
Ia menjelaskan, daftar tunggu (waiting list) haji di Sergai saat ini masih tergolong panjang. Jemaah yang berangkat pada tahun 2026 merupakan pendaftar pada rentang Juni hingga Desember 2013, dengan masa tunggu sekitar 12 hingga 13 tahun.
“Kalau daftar tunggu sekarang itu sekitar 25-26 tahun, tapi kalau kita hitung, rata-rata masa tunggu yang akan berangkat tahun ini memang 13 tahun. Ada yang 12, ada juga 13 tahun, tergantung dinamika kuota nasional,” jelasnya.
Hasan Basri menambahkan, proses pendaftaran haji tetap dibuka setiap hari dan biaya haji dapat dilakukan dengan sistem cicilan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, porsi haji juga dapat dilimpahkan kepada ahli waris, seperti suami, istri, anak kandung, orang tua kandung, maupun saudara kandung, apabila jemaah yang bersangkutan berhalangan.
“Bisa dilimpahkan ke ahli waris yang sah. Aturannya jelas dan sudah diatur dalam ketentuan haji,” katanya.
Terkait pembatalan, Hasan Basri menyebutkan bahwa dana setoran haji dapat ditarik kembali sesuai prosedur, tergantung keputusan jemaah atau keluarganya.
Sementara itu, untuk tahun 2026, Kemenhaj Sergai mencatat jumlah jemaah yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap pertama dan kedua mencapai sekitar 200 hingga 210 orang, termasuk jemaah cadangan.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya akibat berkurangnya kuota.
“Kalau tahun lalu jumlahnya lebih banyak, sekitar 280-an. Tahun ini memang berkurang karena kuota,” ujarnya.
Selain layanan haji, Kemenhaj Sergai juga terus melayani konsultasi pendaftaran, pembatalan, serta administrasi haji setiap hari. Sementara untuk layanan umrah, Hasan Basri menyebutkan masih dalam proses koordinasi di tingkat provinsi.
“Kegiatan di kantor ini setiap hari tetap berjalan, mulai dari pendaftaran, konsultasi, hingga pembatalan haji. Untuk umrah masih menunggu kebijakan lanjutan,” pungkasnya.[KM-04]














