MEDAN, KabarMedan.com | Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Sumatera Utara (FORMAD Sumut) melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sumut, Selasa (24/3/2015).
Dalam aksinya, massa mengkritik pemerintahan provinsi Sumatera Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.
“Selama Gatot Pujo Nugroho memimpin sebagai Gubernur, tidak bisa memberikan pembangunan yang berkeadilan. Dia tidak bisa mejalankan tata pemerintahan yang baik dan birokrasi yang bersih,” kata disampaikan koordinator aksi, OK Azhari.
Dalam aksinya, mereka meminta Gubernur mempertanggungjawabkan berbagai dana pemerintahan yang diduga diselewengkan oleh Gatot untuk kepentingan pribadinya.
Diantaranya, bantuan hibah Rp 5 Miliar untuk pembangunan asrama mahasiswa di Kairo, Mesir pada tahun 2011, kemudian pembayaran hutang kepada pihak ketiga lebih dari Rp 265 Miliar yang diambil dari APBD 2015 yang terindikasi adanya persekongkolan antara Gubernur dan kroni politik serta pengusaha.
Kemudian pembengkakan dana BDB tahun 2013 yang proses pengesahannya tidak dengan prosedur yang benar dimana telah disahkan oleh DPRD Sumut sebesar Rp 1,5 Triliun namun realisasi dilapangan mencapai Rp 2,6 Triliun.
“Atas dasar etika dan moral serta penegakan hukum, kami meminta agar Gatot mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara,” ujarnya.
Dalam aksi ini massa yang sebagian besar membawa spanduk yang menyindir Gubernur bertuliskan “Perbanyak PAD, Jangan Perbanyak Istri”. [KM-03]















