Mendagri Dorong Pembentukan SDM Unggul dan Pancasilais

JAKARTA, KabarMedan.com | Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan Pancasilais. Pasalnya, kedua variabel tersebut dibutuhkan menuju Indonesia yang semakin aman.

“Saya melihat topik SDM itu ada dua variabel besar, yaitu SDM yang unggul dan Pancasilais serta variabel aman. Saya melihat ini sebagai sesuai yang real, bukan hanya sebagai slogan,” kata Tito dalam Seminar Sekolah Sespimti Polri di The Opus Grand Ballroom The Tribata, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Tito menambahkan, Indonesia diprediksi menjadi negara ke empat kekuatan ekonomi dunia tahun 2045 di bawah Cina, USA, India.

“Para peneliti yang future atau prediksi ke depan, di antaranya Indonesia akan menjadi negara dominan. Di tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara keempat kekuatan ekonomi di dunia,” ujarnya.

Dengan prediksi terkait potensi bangsa Indonesia ke depan, dibutuhkan tiga kekuatan utama yang akan menunjang hal tersebut.

“Syaratnya adalah stabilitas politik dan keamanan. Sepanjang tidak terjadi konflik di antara kita maka akan aman saja, ini menjadi persyaratan yang paling penting,” ungkapanya.

Namun, keadaan akan mudah diwujudkan dengan kekuatan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, ia mendorong untuk membuat program-program yang dapat meningkatkan kapasitas SDM.

“Kuncinya SDM jauh lebih penting dari SDA. Kita harus menggenjot SDM melalui program-program baik formal maupun informal. Jika dimanfaatkan maka kita akan memiliki SDM yang berkualitas, jika tidak maka akan menjadi bencana demografi,” jelasnya.

Tito juga menekankan asas Pancasila dalam pembangunan SDM. Menurutnya, Pancasila dapat menjadi border agar SDM dan demokrasi di Indonesia tak menjadi bebas.

“Pancasila harus digalakkan pada semua tingkatan strategis operasional sampai ke law (hukum). Adanya BPIP, empat pilar oleh MPR, program tepat sasaran dalam rangka untuk menguatkan kembali termasuk regulasi yang dibatasi berdasarkan lima sila yang ada, sehingga tidak terlalu liberal atau bebas,” pungkasnya. [KM-03]