JAKARTA, KabarMedan.com | Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berharap, menjamurya media siber di Indonesia membawa dampak positif sebagai jembatan dan saluran komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Hal ini dikatakan Moeldoko saat bertemu para pimpinan media online yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI – amsi.or.id) di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, pada Rabu 11 Juli 2018.
Moeldoko memaparkan berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi. Diantaranya gencarnya pembangunan infrastruktur dalam tiga tahun pertama masa pemerintahan.
“Pembangunan infrastruktur ditujukan untuk membantu daerah pinggiran, agar tidak lagi mendapatkan barang dengan harga mahal,” ujarnya.
Moeldoko menyatakan, kini masyarkat di perbatasan pun menyadari makna ‘negara hadir’.
“Dengan dampak positif dari pembangunan infrastruktur, mereka merasa sebagai bagian dari Indonesia,” ucapnya.
Ditegaskan, mulai 2019 pemerintah akan melakukan pergeseran dari pembangunan infrastruktur menjadi pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Pembangunan SDM sangat penting untuk mewujudkan manusia unggul di percaturan global yang sangat kompetitif ini,” cetus jelas Doktor Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia ini.
Moeldoko juga memaparkan tugas-tugas Kantor Staf Presiden yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden No. 26/2015. KSP berfungsi untuk mengelola isu-isu strategis, memonitor kinerja kementerian dan lembaga, serta membangun komunikasi politik. “KSP tidak mengelola politik praktis,” tegasnya.
Kepala Staf Kepresidenan dan AMSI sepakat bersama-sama memerangi berita palsu atau hoaks.
“Hoaks berujung memecah belah masyarakat. Akibatnya kepercayaan publik pada pemerintah berkurang,” jelasnya.
Ketua AMSI Wenseslaus Manggut mendukung upaya ini. “Kami sudah membuat cekfakta.com sebagai sarana untuk mengklarifikasi berita palsu yang berkembang di masyarakat,” tambahnya.
Kantor Staf Presiden dan Aliansi Media Siber Indonesia juga sepakat untuk bersama-sama mensukseskan dan menggaungkan Asian Games 2018. Terutama berbagai pemberitaan positif terkait pesta olahraga antar negara Asia yang berlangsung 18 Agustus hingga 2 September 2018 itu. [KM-03]














