
MEDAN, KabarMedan.com | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah dalam Webinar tentang Literasi Keuangan, Satu Rekening Satu Pelajar mengatakan bangsa yang maju adalah bangsa yang bisa membangun pondasi perekonomiannya.
Oleh karena itu, perlu disiapkan tata pengelolaan keuangan bagi masa depan anak sedini mungkin selain bekal ilmu yang harus diraih setinggi-tingginya.
“Dari sejak usia dini, kita ingin anak-anak menabung untuk mengejar impian. Karenanya kegiatan ‘satu rekening satu pelajar’ sangat penting, agar anak-anak kita bisa disiplin mengelola diri sendiri dan keuangannya,” ungkap Wagub Musa Rajekshah Rabu, (25/8).
Ia menceritakan pengalamannya dulu saat sekolah, dimana menabung harus dilakukan secara manual. Namun dengan perkembangan teknologi keuangan, menabung kini sudah bisa dilaksanakan dengan cara yang jauh lebih mudah.
“Saat saya sekolah dulu, untuk menabung pihak bank harus datang seminggu sekali. Sebelum itu, orang tua kita menabung dengan menggunakan celengan. Artinya di era digital ini, kegiatan menabung sudah bisa lebih mudah,” jelasnya.
Menurutnya dengan membiasakan anak menabung sejak dini, diharapkan mereka dapat belajar mempersiapkan ekonominya selain ilmu untuk meraih cita-cita.
“Pendidikan anak-anak harus berkualitas. Semoga bangsa ini bisa lebih baik ke depannya,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusuf Ansori menjelaskan pada tahun 2024 indeks konklusi keuangan ditargetkan dapat mencapai 90 persen.
Sedangkan di sisi literasi keuangan tingkatnya di Indonesia kini telah mencapai 38,4 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 yang hanya sekitar 29 persen.
“Peningkatan indeks tersebut akan dapat membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat, menggerakkan motor perekonomian dan instrumen lainya, di samping juga dapat menciptakan masyarakat yang mandiri secara finansial,” jelasnya.
Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama OJK telah membentuk tim percepatan akses keuangan agar mendorong akses keuangan di masyarakat. Salah satunya adalah program satu rekening satu pelajar ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Murdianto menuturkan pihaknya akan bahu membahu mewujudkan program satu rekening satu pelajar ini kepada para kepala sekolah di tingkat SMP, SMA dan SMK.
“Untuk mempercepatnya, kami dari Dinas Pendidikan siap memfasilitasi dan mencari solusi terbaik. Karena bisa memanajemen, mengolah dan mengatur keuangan pribadi, bisa berpikir dan berhemat dengan orientasi masa depan, merupakan ciri masyarakat akademis,” tandasnya.
Sedangkan Kepala Kanwil Kemenag Sumut Syahrul Wirda menambahkan, simpanan atau tabungan pelajar adalah bahan yang mengedukasi. Untuk itu, pihaknya sangat mendukung program ini ke tingkat jajaran Kemenag mulai dari madrasah hingga pesantren. “Insya Allah, akan berjalan sukses,” ujarnya. [KM-07]













