Pandemi Covid-19, Yoen Abadi Hadirkan Gula Aren Cair

Gula Aren Tulen merupakan produk inovasi terbaru dari Yoen Abadi yang memiliki sensasi rasa yang berbeda dan menyehatkan. (Foto: KM 07)

MEDAN, KabarMedan.com | Pandemi Covid-19 membuat semua masyarakat diwajibkan berinovasi dalam mencari peluang untuk peningkatan ekonomi.

Hal inilah yang dilakukan Sri Wahyuni Nukman, pemilik Yoen Abadi. Gula Aren Cair yang diberi merek Gula Aren Tulen menjadi salah satu dari sekian banyak inovasi yang dihadirkan Yoen Abadi.

Sri Wahyuni Nukman mengatakan, selama ini gula aren dijual atau dipasarkan dalam bentuk endapan padat.

Namun, di Kota Medan Sumatera Utara (Sumut) kini ada gula aren yang dijual dalam bentuk cair dengan rasa dan sensasi yang berbeda pula.

Munculnya ide untuk menghasilkan gula aren cair ini dikatakan Sri Wahyunii Nukman, ketika berkunjung ke petani aren di daerah kawasan Namu Sira-Sira, Kabupaten Langkat sekitar 5 bulan lalu.

“Ini berawal dari keresahan petani di sana yang kesulitan memasarkan produknya di masa pandemi Covid-19,” Rabu (8/9).

Ditengah kunjungan itu, Sri mengaku menangkap peluang bisnis untuk menghasilkan suatu produk yang bisa dikonsumsi oleh khalayak ramai, tapi juga menyehatkan.

Dalam proses pembuatan gula aren, sebelum dicetak untuk dipadatkan, terlebih dulu dicairkan. “Ternyata gula aren ini sebelum dicetak mirip dodol. Saat cair, saya coba ternyata rasanya mirip madu. Tapi gula aren cair ini benar-benar alami,” ungkapnya.

Baca Juga:  Logistik Sumut Mulai Bangkit, Arus Peti Kemas Tumbuh 5% di Awal 2026

Akhirnya, muncul produk terbaru kerjasama antara petani dan Yoen Abadi dengan merek Gula Aren Tulen yang alami dan menyehatkan.

Sri Wahyuni Nukman, Pemilik Yoen Abadi yang memproduksi Gula Aren Tulen. (Foto: KM-07)

Respons Positif

Gula aren cair ini dijual dengan harga Rp70.000 per botolnya dengan isi seberat 700 gram. Pertama kali diperkenalkan, respon masyarakat langsung positif.

Dimana pada tahap awal penjualan, Gula Aren Tulen bisa terjual sekitar 50 botol per minggunya. Belakangan sudah ada pesanan mencapai ribuan botol. Selain itu juga ada beberapa permintaan dari pengusaha dan pemilik Kafe dan restoran baik di Medan, Deliserdang dan Binjai.

“Bisa dibilang baru pertama gula aren cair dari UMKM, sebelumnya pabrikan. Semoga bisa menjadi merek produk Sumut, bisa jadi oleh-oleh selain minuman kesehatan. Kemarin ada juga pesanan dari Jakarta,” ucap Sri, yang juga Ketua Forum Daerah (Forda) Usaha Kecil Menengah Sumut.

Sri menyebut, berdasarkan riset internal yang dilakukan pihaknya, ada beberapa keluarga penderita gejala Covid-19, kemudian mengonsumsi gula aren cair mengaku gejala-gejalanya berkurang.

Baca Juga:  Pasar Murah Pertamina Jangkau 1.000 Masyarakat Prasejahtera di Deli Serdang

Menurutnya, hal itu karena khasiat dari gula aren cair, seperti memelihara kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh, serta antioksidan alami.

“Saya juga, setiap hari sudah konsumsi gula aren, khasiatnya bagus untuk kesehatan,” bebernya.

Dicampur Kopi

Sri mengatakan, selama ini banyak penyajian kopi menggunakan campuran gula aren. Sebagai seorang penyuka kopi, awalnya Sri tidak pernah minum kopi pakai gula. Setelah mencoba campuran kopi dengan gula aren cair, dirinya jadi ketagihan.

“Di samping ingin menggeser gula putih, kalau gula aren cair ini bisa dibilang kembali ke alam. Kalau dicampur dengan kopi, rasanya memang beda. Mulai dari situ, minum kopi pakai gula aren terus sampai sekarang,” akunya.

Selain memiliki rasa yang nikmat saat dicampur dengan kopi, gula aren cair juga bisa dicampur air putih hangat untuk menambah stamina. Sebab, kandungan dalam gula aren cair yaitu zinc, serat inulin, magnesium, kalori, dan nutrisi.

“Sekarang, saya jadikan gula aren cair ini sebagai pengganti gula putih. Keluarga di rumah juga konsumsi gula aren cair,” tandas Sri. [KM-07]