Pecahkan Rekor MURI, UMSU Bagikan 3000 Kacamata Gerhana untuk Warga Medan

MEDAN, KabarMedan.com | Masyarakat memadati kampus pasca serjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk berfoto dengan latar belakang video gerhana matahari cincin yang hanya terlihat sebagian.

Umumnya mereka adalah yang sebelumnya mengantre untuk melihat terjadinya gerhana matahari dengan teropong yang disediakan Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU di empat titik.

Seorang mahasiswa UMSU Ahmad Kurniawan Tarigan (21) mengaku, datang bersama dua orang rekannya untuk melihat gerhana matahari sekaligus agar bisa mengikuti sholat gerhana.

“Kurang puas jika liatnya hanya dari teropong atau kacamata. Jadi nunggu giliran foto, bagus kayaknya kalau foto dengan background gerhana,” katanya.

Masyarakat Medan yang datang pada pukul 10.15 wib melakukan sholat gerhana. Selain melihat dengan teropong, sebagian dari mereka juga melihat gerhana matahari cincin dengan kacamata khusus yang dibagikan oleh OIF UMSU.

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

Rektor UMSU, Dr. Agussani MAP mengatakan, kegiatan ini sudah diagendakan sejak 6 bulan yang lalu untuk pengamatan terjadinya gerhana matahari. Dijelaskannya, sejak berdirinya OIF UMSU, sudah banyak kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan pemotretan benda-benda langit.

“Kami laporkan ada 60 ribu orang dari siswa TK hingga masyarakat yang berkunjung ke OIF UMSU ini,” ujarnya.

Agussani menjelaskan, dalam kegiatan ini juga dilakukan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) berupa penyerahan 3000 kacamata khusus. “Pada hari ini juga dilaksanakan kegiatan ilmiah yang telah disusun OIF,” katanya.

Kepala OIF UMSU Dr Arwin Juli Rakhmadi Butarbutar mengatakan, pengamatan fenomena Gerhana Matahari Cincin dengan menggunakan teleskop canggih yang akan digelar di Kampus Pasca Sarjana UMSU di Jalan Denai Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca Juga:  Pemprov Sumut Hentikan Aktivitas Tambang Ilegal di Deliserdang dan Sergai, Pelaku Usaha Diminta Urus Izin

Arwin menjelaskan, momen Gerhana Matahari Cincin di Indonesia baru akan terjadi 12 tahun lagi dan baru akan melintasi Indonesia pada tanggal 21 Mei 2031.

“Gerhana Matahari Cincin terakhir terjadi sekitar satu dekade lalu dan berikutnya akan berlangsung pada tahun 2031 mendatang,” ujar Arwin kepada wartawan.

Arwin menambahkan, fenomena alam seperti ini sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada Agustus 1999. Arwin menjelaskan Gerhana Matahari terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada dalam satu garis lurus. [KM-05]