Pelatihan Program Kartu Pra Kerja dari Teknik Melamar Kerja hingga Jualan Online di Medsos

Ilustrasi Kartu Pra Kerja.

JAKARTA, KabarMedan.com | Pendaftaran program Kartu Pra Kerja telah resmi dibuka pada Sabtu (11/4/2020). Sebelumnya, tujuan program Kartu Pra Kerja adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sasaran penerima saja.

Namun, kini, program tersebut juga bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat, yaitu membantu daya beli, terutama untuk kebutuhan sehari-hari akibat adanya pandemi COVID-19.

“Kartu Pra kerja menjadi instrumen untuk menyalurkan bantuan sosial atau sebagai jaring pengaman sosial,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat meluncurkan situs Prakerja.go.id, Sabtu malam (11/4/2020).

Untuk memperoleh Kartu Pra Kerja ini, pendaftar harus membuat akan dan melengkapi sejumlah data yang disyaratkan. Setelah diterima, para peserta dapat memilih pelatihan yang ingin diikuti.

Menurut Airlangga, apabila pendaftaran diterima, akan dilakukan pemeriksaan data. Setelah itu, peserta dapat langsung membeli pelatihan yang diinginkan melalui berbagai platform digital mitra.

“Pembayaran nanti menggunakan fasilitas yang diberikan oleh Kartu Pra Kerja yaitu kode unik 16 angka. Jadi, bentuk Kartu Pra Kerja bukan fisik, tetapi yang bisa diakses melalui online” jelas dia.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Pelatihan Program Kartu Pra Kerja Secara Online dan Offline

Pemerintah juga menyediakan dua bentuk pelatihan untuk program kartu pra kerja, yaitu secara online dan offline. Pemerintah pusat pun bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM untuk membantu memberikan pendampingan pendaftaran.

Selain itu, Dinas di daerah juga akan membantu menyediakan beberapa komputer, agar masyarakat di tempat yang ditentukan oleh Pemerintah daerah dapat mengikuti pendaftaran maupun pelatihan yang akan dipilih. Ada pun dalam masa COVID-19, pelatihan yang tersedia hanya pelatihan secara online.

Pemerintah daerah juga diminta membuat standar yang memastikan keamanan dari pelaksanaan pendampingan dan pendaftaran sesuai dengan standar pandemi COVID-19. Setelah kondisi normal nantinya, pelatihan tidak hanya akan diadakan secara online, tetapi juga offline atau tatap muka.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Mengutip laman Kartu Pra Kerja, ada beragam jenis keterampilan yang tersedia, mulai dari keterampilan teknis hingga cara membangun usaha. Jenis-jenis pelatihan tersebut di antaranya adalah cara berjualan secara online, menjadi fotografer, menguasai aplikasi komputer, kursus bahasa, keterampilan perawatan kecantikan, menjadi pelatih kebugaran, cara mendapatkan penghasilan dari media sosial, dan lain-lain.

Selain itu, penerima Kartu Pra Kerja juga bisa memilih jenis pelatihan di situs Mitra Platform Digital seperti Skill Academy: 1. Paket pelatihan ojek online, 2. Sukses kerja sampingan di masa wabah corona (jualan masker kain, jualan di Instagram, dan lain-lain), 3. Mahir berbahasa Inggris, 4. Teknik melamar kerja di masa wabah corona, 5. Sukses kembangkan UMKM hingga kebanjiran order.

Sementara paket pelatihan untuk Program Kartu Pra Kerja yang ditawarkan oleh Kemnaker di antaranya: 1. Pelatihan rias pengantin, 2. Belajar membuat game, 3. Pelatihan resepsionis, 4. Junior desain grafis, 5. Copywriter. [KM-01]