Pengerjaan Tunnel PLTA Batang Toru Berhenti Sementara Akibat Virus Corona

MEDAN, KabarMedan.com | Merebaknya virus corona yang kini disebut Covid-19 membuat pengerjaan terowongan atau tunnel pada PLTA Batang Toru dihentikan sementara.

Senior Advisor for the President Commissioner of PT North Sumatera Hydro Energy, Emmy Hafid mengatakan, saat ini pihak perusahaan akan fokus pada pengerjaan terowongan atau tunnel, namun proses ini diakui mengalami keterlambatan.

“Keterlambatan bukan karena masalah internal, tapi lebih dikarenakan Covid 19. Soalnya kontraktor yang mengerjakan tunnel datang langsung dari Tiongkok,” kata Emmy kepada wartawan, Selasa (18/2).

Ia mengatakan, dengan keterlambatan ini dipastikan akan mengganggu proses pengerjaan. Target penyelesaian pembangkit diprediksi molor dari tahun 2022.

Baca Juga:  Pengungkapan Narkoba di Perairan Asahan, 1 Pelaku Ditangkap dan 24 Kg Sabu Asal Malaysia Disita

“Kita belum tahu sampai kapan berhenti. Tergantung dari kebijakan larangan masuk orang yang datang dari Tiongkok,” ujarnya.

Meski demikian, katanya, proses pembersihan lahan untuk pembangunan PLTA Batang Toru telah selesai dilakukan seluruhnya.

“Proses pembersihan lahan sudah selesai. Jalan untuk pengerjaan juga sudah selesai,” ujarnya.

Disinggung mengenai protes aktifis lingkungan yang tergabung dalam Mighty Earth yang berujung pada permintaan penghentian proyek oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN), ia mengaku perusahaan tidak akan memenuhi permintaan tersebut.

Baca Juga:  Polres Sergai Tegas Berantas Narkoba, Judi, dan Kejahatan Lainnya

“PLTA Batang Toru itu proyek pemerintah, kami hanya bertugas sebagai pelaksana proyek. Jadi yang berhak memerintahkan kami berhenti ya pemerintah,” jelasnya.

Emmy mengatakan, penolakan Mighty Earth terhadap PLTA tidak semata karena alasan lingkungan, tapi lebih karena faktor ekonomi.

“Tujuan akhir mereka supaya kita menghentikan pendanaan dari Bank of China. Agar China Connection itu terputus. Padahal ada alasan yang membuat kami memilih Bank of China, salah satunya keleluasaan. Kita orang Indonesia suka yang fleksibel,” pungkasnya. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.