Pengungsi Sinabung Butuhkan Ruangan Biologis

[Kabarmedan.com] – Koodinator Pengamanan dan Penyelamatan Pengungsi Sinabung, Kombes Pol Sinuraya mengatakan pemerintah harus memikirkan kebutuhan ruang biologis pada titik pengungsian korban Sinabung yang saat ini mencapai 41 titik.

Hal ini disampaikannya saat rapat koordinasi pendampingan penanganan pengungsi Sinabung di kantor Gubernur Suamatera Utara, Selasa (21/1/2014). Apalagi para pengungsi sudah 4 bulan tinggal dipengungsian.

“Saya pikir ini pengadaan ruangan biologis bagi pengungsi Siabung sudah layak kita sediakan. Karena, selain pengungsi membutuhkan kebutuhan pokok untuk bertahan hidup, pengungsi yang sudah 4 bulan berada di pengungsian juga butuh tempat untuk menyalurkan hasratnya sebagai pasangan suami istri,” katanya.

Dikatakannya, keberadaan ruangan biologis ini akan mengantisipasi jatuhnya korban jiwa saat erupsi terjadi. Karena banyak pengungsi yang nekad pulang ke rumahnya, hanya untuk berhubungan seks. “Banyak pasangan suami istri yang pulang ke rumahnya dengan cara mencuri – curi kesempatan untuk melakukan hubungan seks tersebut. Ini kan membahayakan,” ujar Direktur Direktorat Sabhara Polda Sumut ini.

Dijelaskannya, ruangan biologis ini dibutuhkan saat dirinya mendengar keluhan salah seorang pengungsi Norman Ginting (29), Warga Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo yang menyatakan sudah beberapa kali pulang ke rumah hanya untuk berhubungan seks dengan isterinya.

” Ia sebenarnya memiliki kerabat di kota Kabanjahe, yang bisa ia gunakan. Namun rasa malu membuat ia mengurungkan niatnya. Tapi kalau sering kali kan enggak enak juga. Jadi kalau ada ruang biologis asmara itu ya bagus kali lah,”katanya menirukan suara Naman. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.