Pengunjung Keluhkan Mahalnya Tarif Parkir PRSU

MEDAN, KabarMedan.com | Carut marutnya pengelolaan parkir ajang tahunan Pekan Raya Sumatera Utara dikeluhkan oleh para pengunjung.

Mahalnya tarif parkir yang tidak sesuai dengan tarif yang tertera pada karcis parkir, membuat pengunjung geram dan merasa diperas.

“Di karcis parkir tertulis untuk sepeda motor Rp3000, tapi nyatanya tukang parkir menagih Rp5000. Ketika ditanya untuk apa yang Rp2000 lagi, tukang parkir berkilah untuk setoran. Namun, tidak jelas setoran untuk siapa,” keluh seorang pengunjung bernama Ary, Jumat (31/3/2017).

Seorang pengunjung lainnya, bernama Nana, juga mengeluhkan mahalnya tarif parkir untuk mobil.

“Parkir mobil di karcisnya tertera Rp5000, tapi diminta bayar Rp10.000. Sudah bayar mahal, pengelola parkir tidak mau pula bertanggungjawab kalau ada kehilangan,” keluhnya.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Masalah mahalnya tarif parkir di Pekan Raya Sumatera Utara ini ternyata kerap kali terjadi setiap penyelenggarannya. Animo masyarakat yang cukup tinggi mengunjungi PRSU ternyata menjadi ajang pungli oleh pihak yang tidak bertanggungjawab selaku pengelola parkir.

“Kalau kita berkeras membayar dengan tarif resmi, takutnya kejadian ban dikempesin,” ujar Nana menceritakan pengalamannya.

Ketua Yayasan PRSU, Nuzirwan Lubis mengaku, bahwa pihaknya memang sudah mendapat laporan adanya beberapa petugas parkir yang bermain dengan tarif parkir.

Padahal sesuai perjanjian awal yang dilakukan Yayasan bersama Event Organizer dan pengelola parkir tarif parkir untuk sepeda motor yaitu Rp3000 dan mobil Rp5000.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

“Makanya kita kemarin memanggil ketua pengelola parkirnya. Di situ kita beri peringatan supaya tidak terjadi lagi dan disepakati mereka mengganti petugas parkirnya,” sebutnya.

Namun, kendati Yayasan PRSU sudah memanggil pengelola parkir, tetapi petugas parkir justru tetap melakukan pelanggaran. Sehingga untuk event PRSU di tahun mendatang, Nuzirwan mengaku tidak akan lagi menggunakan jasa pengelola parkir kembali.

“Tahun depan kita berencana menggunakan secure parkir saja. Mudah-mudahan hal ini dapat terlaksana,” pungkasnya. [KM-03]