Polemik Minyak Goreng, Pemerintah Dinilai Belum Berhasil Kendalikan Harga

Foto: Ist

MEDAN, KabarMedan.com | Harga minyak goreng setelah pembukaan keran ekspor CPO maupun produk turunannya terpantau stabil. Berdasarkan data PIHPS hari ini, harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp16 hingga Rp18 ribu per Kg.

Sementara minyak goreng kemasan masih di atas Rp21 ribuan per liter. Jadi tidak banyak yang berubah setelah keputusan pemerintah membuka kembali ekspor CPO beserta produk turunannya.

Sementara itu, saat dilakukan rencana untuk menutup ekspor CPO dan turunannya, harga minyak goreng memang sempat turun.

Khususnya minyak goreng curah. Dari sekitar Rp18 ribuan ada yang turun hingga ke Rp15 ribuan per Kg tapi setelahnya harga minyak goreng stabil dalam rentang Rp16 hingga Rp18 ribuan per Kg.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan apabila mengacu pada target pemerintah sebelumnya yang akan menekan harga minyak goreng mencapai Rp14 ribu per liter.

Gunawan berkesimpulan dari data yang disajikan pada hari ini, pemerintah masih belum berhasil menekan harga minyak goreng sesuai dengan keinginannya.

Pemerintah masih kesulitan “melawan” pasar dan sejauh ini. Meski demikian baru-baru ini Presiden Jokowi menyatakan bahwa dalam waktu 2 minggu ke depan harga minyak goreng curah bisa dijual di harga Rp14 ribu per Kg.

Baca Juga:  Timsel KI Sumut Mulai Verifikasi 112 Berkas Calon Anggota

“Kita akan catat janji presiden tersebut, karena sejak harga minyak goreng naik di akhir tahun kemarin, hingga hari ini,” katanya, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya, pemerintah memang sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan harga di lapangan.

Namun, yang terjadi justru harga minyak goreng tetap mahal dan bahkan sempat terjadi kelangkaan.

Jika dalam dua pekan nanti minyak goreng belum juga turun sesuai target pemerintah. Maka masyarakat sudah pupus harapannya.

Memang saat ini pemerintah memberikan skema tertentu bagi masyarakat golongan ekonomi tertentu untuk bisa mendapatkan minyak goreng harga Rp14 ribu per Kg.

Namun, ekspektasi masyarakat sejauh ini adalah harga minyak goreng curah Rp14 ribu per Kg itu merata dan harganya terbentuk di semua pedagang pengecer.

Bukan skema bantuan subsidi yang diberikan seperti yang dilakukan di sejumlah titik.

Baca Juga:  Sekda Provsu Lepas Kloter 1 Jemaah Haji Sumut

“Sementara itu untuk wilayah Sumut sendiri, sampai saat ini saya belum mendapatkan kabar terkait adanya program minyak goreng murah Rp14 ribuan yang digencarkan pemerintah. Kalau melihat program tersebut di wilayah lain khususnya pulau Jawa memang saya mengetahui. Namun untuk Sumut sendiri belum” tuturnya.

Sementara, menurut Gunawan, pasca pembukaan keran ekspor minyak goreng maupun CPO dan produk turunannya.

Harga CPO dunia terpantau mengalami kenaikan hingga hari ini. Pada 20 Mei, harga CPO sempat dijual di kisaran 6.000-an Ringgit per ton.

Namun saat ini dijual di kisaran 6.400-an Ringgit per ton. Sementara itu banyak muncul ekspektasi terkait kemungkinan harga TBS menuju 4.000 per Kg.

“Saya menilai dengan mengacu kepada harga CPO dunia dan nilai tukar rupiah dikisaran 14.600-an per US Dolar. Maka harga TBS di tingkat petani kembali ke sebelum larangan ekspor itu sangat masuk akal. Bukan tidak mungkin harga TBS naik lagi, tetapi sejauh ini kondisinya belum menunjukkan adanya potensi harga ke 4.000-an,” tandasnya. [KM-07]