Polres Sergai Gelar Tabligh Akbar dan Doa Bersama

SERDANGBEDAGAI,KabarMedan.com | Polres Sergai menggelar Tabligh Akbar dan Doa Bersama yang dihadiri Forkopimda dan elemen masyarakat Sergai, di Lapangan Apel Mapolres Sergai, Senin (30/07/2018).

Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu dalam sambutan dan arahannya menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, dimana telah dilakukan Pilkada 2018 yang berlangsung lancar dan terkendali.

“Untuk Sergai tidak ada sengketanya, Alhamdulillah ini adalah sebuah prestasi,”, ucap Kapolres

Kapolres berharap pada pelaksanaan Pileg 2019 nanti, situasi dan kondisi Kabupaten Sergai tetap aman dan kondusif seperti saat ini.

Selain itu disampaikannya Dzikir Akbar ini juga digelar dalam rangka syukuran menyambut hari jadi Bhayangkara ke 72.

“Kita laksanakan tabligh Akbar agr senantiasa bersyukur dengan apa yang kita capai saat ini”, ucapnya.

Mengenai kasus yang terjadi di Sergai, AKBP Juliarman mengungkapkan terjadi peningkatan kenakalan remaja yakni pergaulan bebas dan perkelahian pelajar.

Di samping itu dari catatan Kepolisian ada enam kasus pencabulan yang korbannya adalah anak di bawah umur

Olehkarena itu Kapolres berpesan kepada seluruh masyarakat terutama para orang tua dan guru sekolah agar menanamkan nilai moral dan agama yang tinggi sehingga anak-anak tersebut senantiasa memiliki akhlak yang baik pula.

Bupati Sergai, Ir.H Soekirman dalam kesempatan yang sama mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh AKBP Juliarman Pasaribu ini.

“Terima Kasih atas inisiatif Kapolres Sergai membuat acara ini yang baru pertama kali dilakukan”, ucap Bupati.

Lebihlanjut Bupati mendoakan kiranya Kapolres Sergai yang berangkat Haji pada Agustus mendatang diberikan kesehatan saat menjalankan ibadah haji sehingga kembali membawa predikat haji yang mabrur.

Di samping itu H. Soekirman menyampaikan pada zaman dahulu kala, ketika Islam masuk ke Nusantara ini, tujuannya untuk mempersatukan masyarakat yang tercerai berai, seperti yang dibawa para wali terdahulu.

Dibanding dahulu, agama saat ini bukan hanya berfungsi untuk mempersatukan saja akan tetapi menjadi suatu kekuatan untuk menciptakan rasa Persatuan dan kesatuan Bangsa.

Olehkarenanya Bupati berpesan, masyarakat agar menjadi jarum yang senantiasa dapat merekatkan hubungan bukan menjadi gunting yang malah memisahkan satu dengan lainnya.

Dan kepada Kapolres, Bupati mengajak agar dapat mengamalkan 7 Ng yang berasal dari bahasa Jawa yaitu Ngayomi, (mengayomi), Ngopeni (perhatian), Ngancani (mengajak), Ngewangi (gotong royong), Ngajeni (menasehati), Ngangeni (selalu dirindukan), dan Ngimpeni (yang selalu dimimpikan).[KM-04]