Presiden Jokowi: Pembangunan Tol Tak Hanya soal Konektivitas Daerah, Tapi Juga Ekonomi Masyarakat

LANGKAT, KabarMedan.com | Pembangunan infrastruktur jalan tol disebut tidak hanya mempercepat konektivitas melainkan juga membuka peluang baru untuk perkembangan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi dalam agenda peresmian Tol Binjai-Stabat pada Jum’at (4/2/2022).

Jalan tol, kata Jokowi, juga mempermudah akses untuk pengembangan destinasi wisata daerah.

“Selain kecepatan dalam konektivitas kecepatan antar kabupaten dan antar provinsi. Jalan ini akan mempermudah akses dalam berbagai destinasi wisata yang ada di Sumatera Utara. Misalnya lokasi wisata Bukit Lawang, Bahorok, Tangkahan, kawasan wisata rohani Tuan Guru di Tanjung Pura Langkat. Ini kesempatan yang sangat baik untuk mengembangkan potensi yang ada di daerah,” ujarnya.

Mertua Wali Kota Medan Bobby Nasution itu menyebut, perkembangan infrastruktur juga akan menjadikan terbukanya lapangan kerja yang semakin luas. Hal ini seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp. 4,3 T Pada Caturwulan I 2026

“Kemajuan infrastruktur akan membantu perkembangan daerah, meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Jokowi.

Orang nomor satu di Indonesia itu sebelumnya telah mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tol yang menguhubungkan berbagai daerah itu sekiranya dapat membuka peluang baru untuk sentra-sentra produksi.

“Jalan nasional yang tersambung dan terkoneksi antar provinsi akan menghubungkan sentra-sentra produksi, daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan membuka peluang baru,” kata Jokowi.

Sebagai contoh, Jokowi membahas soal produksi jeruk di Kabupaten Karo, lokasi yang ia kunjungi sebelum menghadiri persemian Tol Binjai-Stabat. Sosok yang telah menjabat sebagai Presiden Indonesia selama dua periode itu menilai, dengan adanya pembangunan jalan tol ini, dapat menghubungkan berbagai lini dan kawasan produksi yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Tim Peserta Mulai Berdatangan, Gubernur Bobby Nasution Sukses Bawa Sumut Jadi Tuan Rumah AFF U-19

“Tadi pagi baru saja saya melihat sentra produksi jeruk di Kabupaten Karo. Kalau Jalan Tol ini dihubungkan dengan sentra-sentra produksi seperti itu, dihubungkan dengan kawasan pariwisata, dihubungkan dengan kawasan pertanian, dihubungkan dengan kawasan perkebunan dan jalannya semulus ini,” ungkapnya.

“Seperti tadi contoh jeruk. Jalan desanya kita perbaiki menuju jalan utama ke sini, harga jeruknya akan jadi sangat kompetitif. Saya menjamin tidak akan kalahnya dibandingkan harga-harga import. Kita ini sering kalah produk kita dengan import karena harga kita terlalu tinggi. Dan harga tinggi itu disebabkan oleh biaya logistik yang mahal, biaya transportasi yang mahal,” lanjut Jokowi. [KM-06]