PT KAI Kurangi Perjalanan KA Sribilah Medan-Rantau Prapat

MEDAN, KabarMedan.com | PT KAI (Persero) Divre I Sumut mengurangi jumlah perjalanan kereta api Sribilah Premium tujuan Medan-Rantau Prapat maupun sebaliknya.

Hal itu guna mengurangi mobilitas masyarakat sesuai dengan arahan pemerintah, dalam rangka menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.

“KAI mengurangi perjalanan kereta api Sribilah Premium sebanyak 2 perjalanan per hari mulai 27 hingga 31 Maret 2020,” kata Vice President PT KAI Divre I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat, Jum’at (27/3).

Ia menjelaskan, dua perjalanan yang dikurangi, yaitu Kereta Api Sribilah Premium (U62) pukul 10.30 WIB, dan Kereta Api Sribilah Premium (U61) pukul 17.25 WIB.

Baca Juga:  Puluhan Tahun Rusak, Jalan Strategis di Labuhanbatu Akhirnya Diperbaiki dan Diperlebar

“KA yang dibatalkan adalah KA yang memiliki jadwal atau KA alternatif, sehingga penumpang memiliki pilihan jadwal keberangkatan lain jika tetap memutuskan untuk berangkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, KAI akan menghubungi penumpang yang sudah membeli tiket melalui Contact Center KAI 121 terkait informasi pembatalan dan pengalihan jadwal perjalanannya.

Dalam hal penumpang dialihkan ke KA lain dan mendapat kelas yang sama atau lebih tinggi, KAI tidak akan mengenakan penambahan biaya.

Jika dialihkan lalu mendapat kelas yang lebih rendah, maka KAI akan memberikan biaya pengembalian di stasiun kedatangan, dengan batas waktu pengembalian tiga hari dari tanggal yang tertera di tiket.

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

“Jika penumpang tidak berkenan dialihkan perjalanannya ke KA lain dan memilih untuk membatalkan perjalanan, maka kami akan mengembalikan biaya secara penuh 100% di luar biaya pesan secara tunai. Pembatalan tiket dapat dilakukan di stasiun keberangkatan atau stasiun lain,” jelasnya.

Daniel menambahkan, penumpang dapat menghubungi Contact Center 121 melalui telepon ke 021-121, email [email protected] atau sosial media @KAI121 untuk mendapatkan info lebih lanjut terkait perjalanannya.

“Semoga kebijakan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, agar penyebaran virus corona melalui kereta api dapat dicegah,” pungkasnya. [KM-03]