RSUP H Adam Malik Gelar Simulasi Telaah Cohort TB RO

MEDAN, KabarMedan.com | RSUP H Adam Malik menggelar simulasi Telaah Cohort pengendalian penyakit Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO), sebagai percontohan untuk empat Provinsi di wilayah Sumatera, pada 12 – 15 Februari 2017 di Medan.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, dengan difasilitasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan KNCV Challenge TB, sebuah organisasi non-pemerintah di bawah USAID.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik, Dr Mardianto, SpPD-KEMD mengatakan, rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan ini sudah melaksanakan Telaah Cohort secara rutin bersama Dinkes Sumut dan KNCV Challenge TB. Pada tahun 2016 lalu, telah dilaksanakan sebanyak empat kali Telaah Cohort.

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Kegiatan pertama dengan mendatangkan fasilitator dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI dan RSUP Persahabatan Jakarta, dan selanjutnya dilakukan secara mandiri oleh RSUP H Adam Malik.

“Sumatera Utara telah ditunjuk oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI sebagai pelaksana Telaah Cohort dengan empat Provinsi binaan, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau,” kata Dr Mardianto.

Ditambahkannya, RSUP H Adam Malik juga telah melaksanakan Manajemen Terpadu Pengendalian TB RO (MTPTRO) sejak tahun 2012, yang sudah melakukan pengobatan terhadap 503 pasien hingga bulan Desember 2016.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Selain itu, Laboratorium Mikrobiologi RSUP H Adam Malik juga sudah bisa melakukan pemeriksaan sampel TB RO sesuai dengan Standar Nasional TB RO sejak tahun 2013. Oleh karena itu, rumah sakit ini ditunjuk sebagai supervisor untuk Telaah Cohort Regional Sumatera.

“Dengan pertemuan ini kiranya terjadi peningkatan mutu pelayanan TB RO di wilayah Sumatera, peningkatan kesembuhan pasien TB RO, menurunnya angka kematian, serta kegagalan dan lost to follow up pasien TB RO,” pungkasnya. [KM-01]