Sah! Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan Jatuh Pada 3 April 2022

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA, KabarMedan.com | Pemerintah melalui Kementerian Agama telah secara resmi mengumumkan hasil Sidang Isbat sebagai penetapan awal Ramadhan di tahun ini.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, sidang Isbat ikut dihadiri oleh Komisi VIII DPR-Ri, pejabat eselon I dan II, Dirjen Bimas Islam, perwakila Ormas Islam, ahli astronomi, Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag, BMKG dan pihak lainnya.

“Sidang Isbat tadi diawali dengan pemaparan hilal yang tadi disampaikan oleh Profesor Tomas Jamaludin, salah satu anggota dari tim modifikasi kalender islam Kementerian agama republik indonesia, yang menyampaikan bahwa ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia pada posisi antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit. Ini adalah posisi hilal yang berdasarkan hisab yaitu suatu metode atau cara untuk mengetahui ketinggian hilal,” ujarnya, Jumat (1/4/2022).

Yaqut menjelaskan. Kementerian Agama dalam hal penentuan awal Ramadhan menggunakan dua metode yaitu metode hisab dan metode rukyat.

“Dalam melaksanakan sidang Isbat, Kementerian Agama selalu menggunakan dua metode yang selama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain, yaitu metode hisab atau dengan cara perhitungan dan metode kedua yaitu metode rukyat atau dengan cara melihat langsung keberadaan hilal. Untuk kita pahami bersama bahwa dua metode ini, bukan lah metode yang dihadapkan atau yang dipertentangkan, kedua metode adalah metode yang saling melengkapi satu dengan yang lain,”tuturnya.

Baca Juga:  Dukung Asta Cita Pemerintah, Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia

Ia menyebut bahwa metode rukyat telah dilakukan di 50 lokasi, dengan 101 titik di 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Namun, tidak satupun dari tim rukyat yang melakukan pemantauan dilapangan melaporkan hilal yang terlihat.

“Rukyat dilakukan di 101 titik di 34 provinsi di Indonesia. Dari 101 titik ini, kesemuanya melaporkan tidak melihat hilal,” sebutnya.

Berdasarkan hasil dari dua metode yang dilakukan, pemerintah menetapkan awal bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 3 April 2022 mendatang.

“Oleh karena itu saudara sekalian, berdasarkan hisab posisi hilal di seluruh indonesia sudah di atas ufuk, akan tetapi belum memenuhi kriteria MABIMS baru, yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat, serta laporan rukyatul hilal secara mufakat, bahwa 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada hari Ahad, 3 April 2022 Masehi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf juga telah menyampai hasil rukyatul hilal yang dilakukan pada hari ini. Ia menyebut metoda yang digunakan telah sesuai dengan norma-norma yang telah ditetap pada muktamar ke-34 yang telah dilaksanakan di Lampung pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kunjungi Pusat Pengatur Beban Sumatra, Dirut PLN Pimpin Upaya Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatra

Tak hanya itu, hasil tersebut juga memperhatikan kesepakatan dengan negara-negara Asean lainnya seperti Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura.

Yahya mengungkap, proses rukyatul hilal dilkukan di 50 lokasi berbeda di seluruh Indonesia. Namun dari laporan yang diterima dari lokasi, tidak ada hilal yang terlihat.

“Di tanggal 29 Sya’ban 1443 Hijriah atau 1 April 2022 masehi, telah dilkukan rukyatul hilal di beberapa lokasi, yaitu di 50 lokasi yang ditentukan di seluruh Indonesia. Dan berdasarkan laporan PBNU di seluruh lokasi dilakukan rukyatul hilal, itu tidak berhasil dilihat hilal. Dengan demikian umur bulan Sya’ban adalah 30 hari,” sebutnya.

Atas hal tersebut, disampaikan Yahya bahwa PBNU menetapkan bahwa awal Ramadhan akan jatuh pada hari Minggu tanggal 3 April 2022 mendatang.

“Atas dasar istikmal itu, dengan ini PBNU memberitahukan bahwa awal bulan Ramadhan 1443 Hijriah akan jatuh pada hari Ahad atau tanggal 2 April 2022 Masehi,” tutur Yahya. [KM-06]