Sejumlah Kades di Sergai Resah Diancam Demo karena Tolak Permintaan Kegiatan dari Dana Desa

Potret Aksi Unjukrasa Salahsatu Lembaga Terhadap Sejumlah Desa di Sergai/Ilustrasi

SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com |  Sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengaku resah dengan aksi demo berjilid yang menuding Pemerintahan Desa (Pemdes) melakukan praktik korupsi.

Aksi unjuk rasa tersebut diduga dilakukan oleh oknum yang tidak terakomodir dalam kegiatan desa, sehingga berupaya melakukan tekanan melalui aksi demonstrasi.

Salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Dolok Masihul yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, oknum berinisial AA, sempat datang untuk menitipkan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ke desa.

Namun, permintaan tersebut tidak diakomodir karena anggaran telah ditetapkan sebelumnya.

“Setelah ditolak, dia mengancam akan melakukan aksi demo berjilid di Pemkab, Polres, dan Kejaksaan Sergai. Bahkan sempat meminta uang sebesar Rp2,5 juta,” ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Senin (7/7/2025).

Menurutnya, desa yang tidak memenuhi permintaan AA justru dijadikan target tuduhan dalam aksi demo.

“Yang ngasih uang, desanya aman. Yang nggak, dibawa-bawa ke aksi. Ini bukan advokasi, tapi pemerasan,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Desa lainnya dari Kecamatan Teluk Mengkudu. Ia mengaku juga mendapat tekanan dari oknum yang sama.

Baca Juga:  Emosi Keluarga Meledak Saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Nenek di Sergai

“Dia datang ke desa saya juga, meminta kegiatan bimtek. Tapi saya jelaskan anggaran sudah tersusun. Saya malah diancam akan didemo, ini membuat kami kecewa. Mau minta, tapi maksa dan mengancam,” ujarnya.

Ia menyebut, akibat tekanan tersebut, para kepala desa tidak lagi bekerja dengan tenang dan ada yang harus berurusan dengan pihak kepolisian akibat laporan dari aksi tersebut.

“Kami berharap pihak kepolisian juga melihat persoalan ini secara jernih. Jangan langsung percaya, ini ada kepentingan pribadi yang tidak tersalurkan. Beberapa teman saya bahkan sudah diperas,” keluhnya.

Sementara itu, AA yang dikonfirmasi wartawan membantah semua tudingan tersebut.

“Itu semua tidak benar. Saya tidak tahu soal aksi demo dan permintaan bimtek itu,” pungkasnya singkat melalui WhatsApp.

Sebelumnya, ribuan Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kabupaten Sergai direncanakan menggelar aksi damai pada Senin (7/7/2025) sebagai bentuk protes terhadap aksi unjuk rasa yang dituding dipicu kepentingan pribadi oknum tertentu. Namun, aksi tersebut batal terlaksana secara masif.

Baca Juga:  Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akan Dimakamkan Secara Militer di TMP Lubuk Pakam

Dari pantauan di lapangan, hanya puluhan Kepala Desa dan Perangkat Desa yang hadir. Mereka tampak bersantai di depan Mapolres Sergai dan Kejari Sergai, mengenakan seragam dinas lengkap.

Meski demikian, pihak Polres Sergai tetap melakukan pengamanan dengan mengerahkan empat truk personel dari Direktorat Samapta dan ratusan petugas pengamanan.

Beredar informasi bahwa sejumlah perwakilan Kepala Desa justru menggelar audiensi dengan Kapolres Sergai di dalam Mapolres.

Kasi Humas Polres Sergai, IPTU LB Manullang, membenarkan tidak adanya aksi damai secara besar-besaran.

“Yang ada hanya perwakilan kepala desa yang melakukan audiensi dengan Kapolres Sergai. Tidak ada aksi massa besar,” jelasnya.

Aksi demo sebelumnya yang dilakukan oknum mengatasnamakan LSM disebut-sebut telah mengganggu stabilitas dan kinerja pemerintahan desa. Mereka diduga sering mencari-cari kesalahan untuk kepentingan pribadi dan tekanan proyek.[KM-04]