Stok Beras Bulog Cukup untuk Korban Bencana Alam, 2.268 Ton Akan Disalurkan ke Daerah Terdampak

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya memastikan bahwa cadangan beras Bulog untuk para korban bencana alam di Sumut, dalam kondisi sangat mencukupi/Foto:KominfoSumut

MEDAN, KabarMedan.com | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya memastikan, cadangan beras Bulog untuk para korban bencana alam di Sumut, dalam kondisi sangat mencukupi.

Hal ini disampaikannya di Posko Darurat Bencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Jalan AH Nasution, Senin (01/12/2025) sore.

“Tadi kita tanyakan ke Bulog bagaimana cadangan pangan kita. Ternyata cadangan pangan, khususnya beras Bulog, sangat cukup,” ujar Wagub Surya didampingi Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut, Budi Cahyanto

Surya menjelaskan, Pemprov Sumut telah menghimpun data dari kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sebanyak 16 kabupaten/kota mengajukan kebutuhan cadangan pangan, dengan total kebutuhan 2.268 ton beras yang akan disalurkan ke daerah terdampak.

Baca Juga:  Mudik Lebaran 2026: KAI Sumut Pastikan Kereta Api Aman dan Nyaman Mulai Sekarang

“Dari Bulog sudah siap. Selanjutnya kita akan menghubungi kabupaten/kota agar penyalurannya segera dilakukan dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambah Surya.

Ia menegaskan, penyaluran akan dilakukan sesuai data resmi dari pemerintah daerah masing-masing.

“Artinya, beras itu akan didistribusikan kepada warga yang terdampak. Kita minta data dari kabupaten/kota untuk memastikan ketepatan sasaran, artinya, stok beras kita di Sumut itu cukup,” tutupnya.

Baca Juga:  Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan, pihaknya siap menyalurkan beras tersebut kapan pun diperlukan.

“Beras kita sudah siap. Tugas kami hanya menunggu perintah dari pemerintah untuk menyalurkannya, karena stok untuk para korban bencana alam sangat mencukupi,” tegasnya.[KM-04]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.