Stok Vaksin untuk Anak di Aceh Menipis, Vaksinasi Terhambat

Foto: Ist

ACEH, KabarMedan.com | Pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak di Aceh terhambat, dikarenakan stok vaksin Sinovac semakin menipis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, Iman Murahman mengatakan padahal pemerintah Aceh menargetkan vaksinasi anak usia 8-11 tahun sebanyak 581.929 orang.

Saat ini, yang telah mendapatkan dosis satu sebanyak 486.786 orang atau 83,7 persen. Sementara yang sudah mendapatkan dosis kedua baru sebanyak 302.029 orang atau 51,9 persen.

Iman Murahman menyampaikan, sejak bulan Ramadhan, kelompok anak memang masih menjadi fokus dalam meningkatkan cakupan penerima vaksin, terutama penerima dosis dua yang masih di bawah 70 persen.

Namun, hal itu terhambat karena stok vaksin Sinovac rata-rata kosong di 23 Kabupaten/Kota se Aceh.

Baca Juga:  Tularkan Semangat Kartini, PLN Perkuat Kontribusi Perempuan Lewat Srikandi Movement

Sedangkan kelompok anak tidak direkomendasikan menggunakan dosis vaksin Covid-19 yang lain seperti Moderna, Pfizer dan lainnya.

“Anak memang menjadi fokus yang kita kejar, terutama anak sekolah dasar. Cuma saat ini sulitnya, stok vaksin Sinovac sudah sangat menipis,” ujar Iman Murahman, dilansir dari Suara.com, Selasa (24/5/2022).

Stok dosis di seluruh Aceh rata-rata di bawah 50 ribu dosis. Dimana Sinovac sekitar 45 ribu dosis, Moderna 25 ribu dosis dan Pfizer hanya 35 ribu dosis.

“Stok Sinovac rata-rata kosong. Kalaupun ada nggak banyak. Di Dinkes Aceh sudah kosong bahkan sejak pertengahan Ramadhan lalu. Ini yang menjadi kendala,” katanya.

Menurut Iman, menipisnya stok vaksin ini tidak hanya terjadi di Aceh. Namun, pemerintah pusat sendiri juga mulai mengalami kekurangan stok vaksin Sinovac.

Baca Juga:  PT PMT Catatkan Layanan Perdana SSL, Perkuat Jalur Logistik Internasional

Hanya saja, saat ini stok masih ada di beberapa provinsi lain, sehingga Aceh harus menunggu re-alokasi vaksin Sinovac dari daerah lain.

“Kita sudah ajukan penambahan dosis Sinovac ke pemerintah pusat dari dua minggu lalu, namun belum ada responnya,” ujar Iman.

Kendati demikian, daerah-daerah yang masih memiliki dosis Sinovac terus melakukan vaksin anak.

Namun, ada juga daerah yang sudah menghentikan sementara karena stok Sinovac kosong seperti Aceh Utara, Bener Meriah dan beberapa daerah lain.

“Sekarang yang berlebih stok Sinovac itu Banda Aceh karena sulit mengejar vaksinasi anak sehingga mereka masih banyak stok,” tandasnya. [KM-07]