Sumatera Utara Ekspor 412,2 Ton Kentang ke Singapura dan Malaysia

MEDAN, KabarMedan.com | Sepanjang periode semester I tahun 2020, Sumatera Utara mengekspor 412,2 ton senilai Rp 1,85 miliar ke Singapura.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan ekpor kentang yang dicatat Kementrian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan. Pada periode sama tahun 2019 hanya tercatat sekitar 45,5 ton senilai Rp 448 juta.

Kepala Karantina Pertanian Belawan mengatakan, ekspor kentang ke Singapura sebanyak 7 kali dengan volume 66,7 ton atau senilai Rp 725 juta.

Sedangkan ke Malaysia sebanyak 46 kali dengan volume 345,5 ton atau senilai Rp 1,1 miliar.

Baca Juga:  BPS Sosialisasikan Indikator Makro Sumut Semester I 2024

“Di tahun 2019 hanya 45,5 ton. Jadi peningkatannya hampir sepuluh kali lipat,” katanya, Senin (29/6).

Hasrul menjelaskan, Atlantik Lokal Median adalah varietas kentang yang banyak digunakan untuk cemilan dan lebih tahan terhadap penyakit.

Begitu halnya dengan varietas Granola L yang berbentuk oval dan kulit warna kuning hingga putih dan berdaging kuning.

Sementara itu, varietas Cipanas merupakan kentang sayur unggul, memiliki kulit berwarna putih dan permukaan rata. Daging umbinya berwarna kuning, tahan terhadap penyakit busuk daun (Pytophthora infestans).

Baca Juga:  Selama Libur Sekolah, KAI Divre I Sumut Berangkatkan Lebih Dari 146 Ribu Penumpang

“Namun varietas Cipanas mudah terserang nematoda Melodogyne sp dan layu bakteri Pseudomoans solanacearum,” katanya.

Ia mengaku, ketiganya merupakan varietas unggulan yang ditanam petani di Sumut.

“Selain produktivitas yang dikawal oleh Direkrotat Jendral teknis dan dinas pertanian terkait, fasilitasi perdagangannya juga kami kawal, agar dapat memenuhi persyaratan teknis di negara tujuan,” pungkasnya. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.