Tak Punya Uang Beli Sabu, Irwansyah Gelapkan Kereta Temannya

[KabarMedan.com] Mengaku tak punya uang untuk membei sabu -sabu, Irwansyah Siagian alias Iwan (31) gelap mata.Warga Jalan Selamat Ketaren, Teratai Dalam, Kecamatan Percut Sei Tuan ini nekad menggelapkan sepeda motor Honda Supra X BK 5347 temannya Jasmin Manurung (44), warga Jalan Tuamang, Kelurahan Sidorejo, Medan Tembung.

Akibat ulahnya itu, ia pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan mendekam dibalik jeruji besi tahanan polsek Percut Seituan.

” Tak punya uang aku bang untuk beli sabu – sabu, makanya kugelapkan sepeda motornya. aku gadaikan sepeda motor itu kepada¬†
sama Adi,warga Jalan AR Hakim Kecamatan Medan Area sebesar Rp 1,5 juta. Uangnya pun kubagikan sama abangku juga,” katanya, Rabu ( 23/4/2014) malam.

Resedivis yang pernah menjadi tahanan Polsek Medan area ini mengaku tak punya niat untuk menggelapkan sepeda motor temannya tersebut.”Sebenernya tak ada niat mau gadaikan sepeda motor temanku bang.Sewaktu kupinjam sepeda motor itu,aku bertemu dengan abangku Darmansyah Siagian dan temannya Mangansih ingin meminjam uang. Sudah kubilang aku tak punya uang. Kemudian,abangku dan temannya memaksa agar kugadaiakan saja sepeda motor itu dulu. Akupun juga butuh untuk beli sabu bang,” jelas pria lajang yang dipenuhi tato diseluruh tubuhnya ini.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Ronald Sipayung megatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan korbannya.Mendapat laporan tersebut pihaknya melakukan pengejaran terhadap tersangka.” Kita amankan tersangka saat sedang tidur di emperan toko di samping Medan Plaza,Jalan Iskandar Muda usai mengkonsumsi sabu,” ujarnya.

Dijelaskannya, pihaknya juga masih melakukan pengembangan terkait kedua pria yang juga disebutnya ikut terlibat. “Kita akan melakukan pengembangan terkait 2 pria yang disebutkannya ikut terlibat. Disamping itu, kita juga akan mengkroscek dimana pelaku menggadaikan kereta tersebut,” katanya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.