Tangani PDP Virus Corona, Rumah Sakit GL Tobing Siapkan 19 Ruang Isolasi

Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Sumatera Utara dan anggota Gugus Tugas Covid-19 Sumut, dr Restuti Hidayani Saragih Sp. Pd

MEDAN, KabarMedan.com | Rumah Sakit GL Tobing milik PTPN II di Tanjung Morawa, Deli Serdang, menyiapkan 19 ruangan isolasi untuk menerima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) suspect virus corona atau Covid-19.

“Di Rumah Sakit ini yang dirawat adalah Pasien Dalam pengawasan (PDP),” kata Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Sumatera Utara dan anggota Gugus Tugas Covid-19 Sumut, dr Restuti Hidayani Saragih Sp. Pd, Kamis (19/3/2020).

Ia mengatakan, 19 ruangan isolasi yang dilakukan dalam satu hari ini merupakan tahap awal. Untuk tim medis, katanya, dari tanggal 19 hingga 21 Maret 2020 merupakan gabungan dari RS GL Tobing dan RSUP Haji Adam Malik.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dukung Penataan Kota dan Penguatan Pelayanan Publik di Tanjungbalai

Sementara, untuk hari Minggu dan seterusnya akan dibuat jadwal yang bekerja sama dengan organisasi-organisasi profesi dokter.

“Semua dokter dan tenaga kesehatan di seluruh Sumut siap dan wajib harus ikut dalam penanganan percepatan penanggulangan virus corona atau Covid-19,” ungkapnya.

Restuti menambahkan, penambahan ruang isolasi di rumah sakit- rumah sakit dilakukan untuk mengantisipasi terjadi lonjakan. Namun, jika di rumah sakit ini masih tersedia maka akan dimaksimalkan.

Tetapi lebih kurang yang kemarin kata Pak Gubsu 330, tetap kita ready-kan, meski dengan kondisi belum full, belum standar, tetap harus diready-kan. Ini darurat
kondisinya,” jelasnya.

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

Ia mengatakan, saat ini ruang isolasi di RSUP Haji Adam Malik sudah penuh. Nantinya, RSUP Haji Adam Malik akan dikhususkan untuk kondisi berat, seperti memerlukan ventilator, dan lainnya.

Paslanya, Di rumah sakit tersebut sudah ada konsultan sub spesialis dan semuanya akan bermarkas di sana.

“Untuk eks Rumah Sakit Saru Mutiara akan difungsikan untuk screening Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang akan dikarantina di rumah. Para dokter akan siaga untuk menerima keluhan masyarakat, dari call center atau rumah sakit yang kewalahan bisa diarahkan ke sana,” pungkasnya. [KM-05]