Terkait Rencana Kenaikan Tarif, DPRD Harus Panggil Direksi PDAM Tirtanadi

MEDAN, KabarMedan.com | Rencana kenaikan tarif air oleh direksi PDAM Tirtanadi mendapat penolakan dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara. Tarif air yang akan naik sebesar 30% dianggap sangat membenani masyarakat yang sudah miskin akan makin miskin.

Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, Basir Hasibuan, menyesalkan tindakan yang dibuat oleh PDAM Tirtanadi dan memandang aneh rencana kenaikan tarif air, dimana rakyat sedang kesusahan akibat berbagai ragam kenaikan kebutuhan pokok.

“Direksi PDAM Tirtanadi dianggap tidak punya rasa kemanusiaan, sebagaimana dalam ajaran agama; amanah yang diberikan tidak boleh mendzalimi orang lain apalagi masyarakat miskin. Maka, pemikiran petinggi Tirtanadi sudah “nyeleneh”, dimana kualitas air yang keruh dan sering mati, eh tarif air malah dinaikkan sebesar 30%. Faktanya, masyarakat belum pernah terpuaskan dengan pelayanan Tirtanadi yang buruk dan tidak profesional,” kata Basir, Rabu (11/1/2016).

Baca Juga:  PLN Tebar Semangat Berbagi Iduladha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Dia Pemuda mendesak agar DPRD Sumut memanggil direksi PDAM Tirtanadi untuk menjelaskan rencana kenaikan tarif air tahun 2017. Selain itu, DPRD Sumut harus ikut menolak dan mendesak Gubernur untuk tidak menyetujui rencana kenaikan tarif air.

“Janganlah memberatkan beban masyarakat di tengah Pemerintah pusat juga menaikkan harga kebutuhan pokok,” sebutnya.

Baca Juga:  Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

DPRD Sumut, lanjut Basir, jangan ikut-ikutan bersekongkol dan memuluskan rencana PDAM Tirtanadi menaikkan tarif air. Kepercayaan rakyat jangan dikhianati dengan membuat kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

“DPRD Sumut harus senantiasa mendengar aspirasi dan jeritan masyarakat, termasuk rencana kenaikan tarif air yang mendapat penolakan dari masyarakat,” pungkasnya. [KM-01]