Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Banjir Bandang di Labura

MEDAN, KabarMedan.com | Tim SAR gabungan menghentikan pencarian korban hilang akibat banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

“Kita telah berkoordinasi dengan tim gabungan. Masa tanggap darurat pertama sudah habis pada 4 Januari 2020,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhan Batu Utara Irwan, Senin (6/1/2020).

Ia menjelaskan, pada masa tanggap darurat terakhir pihaknya telah melakukan penyisiran di lokasi tempat korban hanyut tersebut. Namun, tidak menemukan tanda-tanda.

“Kita adakan lagi penyisiran disekitar lokasi sampai ke Sungai Bilah. Artinya, kalau dari hasil pantauan kami setelah kita survei terakhir tanggap darurat pada tanggal 4 itu, jecil kemungkinan tanda-tanda itu sudah tidak ada untuk di sungai,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov Sumut Hentikan Aktivitas Tambang Ilegal di Deliserdang dan Sergai, Pelaku Usaha Diminta Urus Izin

Namun, katanya, jika ada laporan dari masyarakat yang melihat korban tersebut, tim SAR gabungan akan kembali lagi melakukan penyisiran untuk mengevakuasi korban.

“Kami menunggu informasi dari masyarakat. Apabila ada tanda-tanda dari masyarakat kita siap turun untuk kembali menyisirnya,” pungkasnya.

Diberitakan, banjir bandang di Labuhan Batu Utara pada Minggu (29/12) menerjang sekurangnya 2 desa yang berada di Kecamatan Na IX-X, yakni Desa Pematang dan Desa Hatapang.

Di Desa Pematang, tepatnya di Dusun Siria-ria A dan Siria-ria B, sembilan unit rumah rata dengan tanah disapu banjir bandang. Sebanyak 17 unit rumah rusak berat, dua unit jembatan juga terputus.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Kemudian, jalan desa juga terputus akibat tanah longsor sekitar 100 meter, 20 hektare lahan pertanian rusak, dan tiang listrik bertumbangan. Lima orang satu keluarga juga dilaporkan hilang dalam peristiwa ini.

Di Desa Hatapang, tepatnya di Dusun 1, Dusun 3, dan Dusun 5, 19 unit rumah rusak berat, 10 lainnya rusak ringan, satu unit jembatan ambruk, dan satu unit sepeda motor hilang.

Pascabanjir bandang tersebut, tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga dari lima orang yang hanyut dalam peristiwa tersebut. Di mana, korban itu merupakan satu keluarga. [KM-05]