Tingkat Okupansi Hotel Diproyeksi Alami Penurunan pada Natal dan Tahun Baru

Ilustrasi Kamar Hotel. (Foto: Flickr/KiD01)

MEDAN, KabarMedan.com | Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sumut memproyeksikan tingkat okupansi (tingkat hunian) hotel pada libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Demikian dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana, Minggu (22/12/2019).

“Sampai sekarang (okupansi hotel) masih di angka 50 persen. Padahal, tahun lalu okupansi hotel telah mencapai 80 persen. Artinya, tahun ini akan lebih sepi sekitar 30 persen,” katanya.

Akibat turunnya okupansi, katanya, banyak kalangan hotel membuat paket menginap yang ditujukan bagi tamu dari Medan dan sekitarnya.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Pada suasana yang sama tahun lalu, jumlah tamu hotel antara yang berasal dari luar dengan dalam kota, relatif sama banyak. Umumnya mereka sudah memesan (reservasi) kamar jauh hari sebelumnya.

Mereka melakukan reservasi kamar karena telah memesan tiket pesawat jauh hari sebelumnya, karena lebih murah. Namun, saat ini harga tiket pesawat sama saja, baik dipesan jauh hari maupun “last minute”.

“Kita meyakini penghuni hotel akan didominasi tamu dari dalam kota pada suasana peak season libur Natal dan Tahun Baru kali ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan, Pelaku UMKM Galang Optimistis Ekonomi Bangkit

Namun, ancaman penurunan okupansi tidak membuat kalangan hotel “perang harga”. Pasalnya, mayoritas dari mereka sudah memiliki segmen dan tamu reguler masing-masing.

Dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, katanya, kalangan perhotelan membuat paket menginap untuk lebih menarik tamu, yaitu masa ketika banyak orang bepergian dan biaya transportasi dan akomodasi biasanya berada pada titik paling tinggi. [KM-03]