DELI SERDANG, KabarMedan.com | Tim Nasional Thailand U-19 berhasil mengamankan tiket pertama babak final ASEAN Boy U-19 Championship (Piala AFF U-19) 2026, usai tim asuhan Jukkapant Punpee tersebut menumbangkan Kamboja dengan skor telak 4-0 pada laga semifinal yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis (11/6/2026).
Dengan hasil ini, Thailand tinggal menunggu pemenang antara laga semifinal lainnya yang mempertemukan tuan rumah Indonesia melawan Australia untuk dihadapi di partai puncak.
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit asal Jepang, Tanimoto Ryo, Thailand langsung tampil menekan. Peluang emas pertama tercipta pada menit ke-19 lewat sepakan Shiwakorn Ponsan yang membentur tiang gawang sebelum memantul ke arah kiper.
Semenit berselang, Kamboja merespons melalui serangan balik cepat lewat tendangan keras Kimsou Oung dari luar kotak penalti, namun berhasil ditepis kiper Thailand, Poomraphee Siribunyakul.
Ketegangan sempat meningkat saat pemain Thailand Kongnat Thuamthongde dan pemain Kamboja Mohamatsorles Seth masing-masing diganjar kartu kuning oleh wasit akibat pelanggaran keras.
Kebuntuan pecah pada menit ke-31. Pelatih Thailand, Jukkapant Punpee, melakukan strategi jitu dengan memasukkan Natthakit Phosri menggantikan Kongnat pada menit ke-30 untuk menambah daya gedor.
Baru semenit berada di lapangan, Natthakit berhasil memperdaya penjaga gawang Kamboja, Farib Mat, dan membawa Thailand unggul 1-0.
Jelang turun minum, tepatnya pada masa perpanjangan waktu (injury time) babak pertama, Itthimon Tippanet berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Memanfaatkan umpan silang Shiwakorn Ponsan, Itthimon melepaskan sepakan keras menyusur tanah ke pojok kiri gawang yang gagal dijangkau Farib Mat. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, pelatih Kamboja Yasuhiro Yoshida mencoba mengejar ketertinggalan dengan memasukkan David Long dan Sokea Sreng. Namun, upaya Kamboja semakin berat setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah akibat intensitas pertandingan yang tinggi.
Meski bermain dengan 10 orang, Kamboja tetap tampil agresif. Sayangnya, keasyikan menyerang justru menjadi petaka. Pada menit ke-80, Itthimon Tippanet mencetak gol keduanya lewat sundulan kepala yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan Kamboja, mengubah skor menjadi 3-0.
Pesta gol Thailand ditutup pada menit ke-88 oleh Shiwakorn Ponsan yang mengonversi umpan silang mendatar menjadi gol keempat. Skor 4-0 bertahan hingga laga usai.
Pelatih Thailand Jukkapant Punpee, usai laga mengungkapkan, fokus utama timnya saat ini adalah menjaga kondisi fisik pemain di tengah jadwal yang padat.
“Sebagian besar (kegiatan) kami adalah berpindah lokasi dan menjaga kondisi fisik, karena kami tidak memiliki waktu untuk melakukan pemulihan atau perawatan khusus. Hari ini adalah tentang pengondisian badan, karena jika kami berlatih terus-menerus, waktunya tidak akan cukup,” ujar Jukkapant.
Sementara itu, pelatih Kamboja Yasuhiro Yoshida mengakui ketangguhan lawannya dan membeberkan kendala fisik yang dihadapi anak asuhnya.
“Kami tahu Thailand adalah salah satu tim dengan kekuatan paling kuat di Asia Tenggara. Kami ingin menang dan mencetak gol, tetapi itu sangat sulit. Kami menghadapi kendala karena hanya memiliki waktu istirahat satu hari, sehingga sulit untuk membendung kekuatan Thailand. Kami butuh kekuatan fisik yang lebih baik,” kata Yoshida.[KM+04]














