MEDAN, KabarMedan.com | Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumut menyatakan, jumlah pasien positif Covid-19 mengalami kenaikan. Begitu juga dengan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP) di Sumut. Dimana, jumlah pasien positif Covid-19 di Sumut mengalami kenaikan dari 9 menjadi 14 orang.
“Dari 14 orang yang dinyatakan positif, 2 orang meninggal dunia dan 12 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit. Jumlah ini mengalami peningkatan 35,7 persen dari hari kemarin,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes. dr. Whiko Irwan, Sabtu (28/3/2020).
Ia mengatakan, pasien dalam pengawasan (PDP) juga naik menjadi 77 orang dari sebelumnya 76 orang.
“Untuk PDP negatif yang dirawat di rumah sakit berjumlah 18 orang dari sebelumnya hanya 6 orang. Pasien yang dinyatakan sembuh dan sudah boleh pulang masih tetap 3 orang,” ungkapnya.
Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 4.064 orang. Angka itu naik 26,3 persen dibanding sebelumnya 2.995 orang.
Ia mengaku, peningkatan jumlah ODP tersebut karena masih banyak masyarakat yang abai melakukan social distancing yang baru-baru ini diterjemahkan menjadi physical distancing atau menjaga jarak fisik.
“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, masyarakat diminta untuk disiplin menerapkan physical distancing. Sebab, tidak semua yang terinfeksi menunjukkan gejala-gejala atau tanda. Sehingga kita wajib menjaga jarak,” cetusnya.
Dalam upaya pengawasan terhadap para ODP, gugus tugas juga telah berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat, termasuk TNI dan Polri.
Gugus tugas telah memberi identitas lengkap para ODP mulai dari nama dan alamat lengkap kepada polisi untuk dilakukan pengawasan secara ketat.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut lainnya, dr. Aris Yudhariansyah menambahkan, para pasien yang positif itu dirawat di RSUP Adam Malik dan RS Siloam.
“Itu sudah termasuk pengusaha yang beberapa hari lalu meninggal di RS Siloam. Hasil test-nya baru keluar. Jadi sudah dua orang positif yang meninggal dunia,” jelasnya.
Lonjakan Diduga karena TKI Ilegal dari Malaysia
Ia menjelaskan, penambahan jumlah ODP itu diduga dengan para TKI ilegal yang dilaporkan baru masuk dari Malaysia, melalui Bandara Internasional Kualanamu dan Pelabuhan Tanjungbalai beberapa waktu lalu.
Selain itu, penambahan jumlah ODP juga karena masih banyak yang membandel, tak mengikuti protokol kesehatan dengan mengkarantina diri sendiri di rumah.
Pemerintah juga tengah berupaya untuk mencegah penyebaran virus ini semakin meluas. Pusat-pusat keramaian diminta berhenti beroperasi. Kafe dan restoran diminta membatasi jam operasional dan melayani pesanan jarak jauh.
Selain itu, sejumlah ruas jalan di Medan juga mulai ditutup pada jam-jam tertentu. Masa libur anak sekolah juga dipertimbangkan untuk diperpanjang. Masyarakat diminta untuk menghindari keramaian dan lebih banyak tinggal di rumah. [KM-05]














