Update Virus Corona di Sumut: 30 Positif, 88 PDP, 2.970 ODP

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes dr. Whiko Irwan.

MEDAN, KabarMedan.com | Kasus pasien positif Covid-19 di Sumut mengalami peningkatan. Begitu juga halnya dengan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Di mana, hingga saat ini pasien positif Covid-19 berjumlah 30 orang. Jumlah itu naik dari hari sebelumnya 26 orang.

Demikian dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes. dr. Whiko Irwan, dalam keterangan resmi yang disiarkan akun YouTube Humas Sumut, Rabu sore (1/4/2020).

“Covid-19 positif yang terkonfirmasi dari laboratorium sebanyak 30 orang. Jadi terjadi peningkatan 13,2 persen,” katanya.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Berjalan, Warga Rasakan Dampak Ekonomi dan Mobilitas Meningkat

Ia menjelaskan, orang dalam pengawasan (ODP) menjadi 2.970 dari hari sebelumnya 2.934 orang.

“Untuk ODP yang melapor mengalami peningkatan 1,2 persen,” ujarnya.

Begitu juga dengan pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami peningkatan 20,4 persen.

“Untuk PDP yang dirawat ada 88 orang dari hari sebelumnya 70 orang,” cetusnya.

Sebelumnya, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Sumut, Aris Yudhariansyah meminta masyarakat mengikuti perkembangan Covid-19 dari sumber terpercaya.

Aris mengingatkan hal ini karena banyaknya informasi bohong (hoax) di masyarakat yang malah membuat resah.

Baca Juga:  Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan, Pelaku UMKM Galang Optimistis Ekonomi Bangkit

“Informasi hoax ini malah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Sumut sehingga penting mengikuti perkembangan Covid-19 dari sumber terpercaya,” jelasnya.

Aris berharap masyarakat sebaiknya lebih dahulu mencari kebenaran sebuah informasi sebelum menyebarkannya. Karena di saat-saat seperti ini begitu banyak informasi hoax yang diproduksi orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Jangan cepat menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Cari dulu kebenaran informasinya melalui sumber-sumber terpercaya. Jangan buru-buru menyebarkan. Itu penting karena begitu banyak informasi salah yang malah membuat situasi semakin sulit,” pungkasnya. [KM-03]