USU Dukung Polisi Tangkap Mahasiswanya yang Anarkis Dalam Unjuk Rasa

KABAR MEDAN | Pihak Universitas Sumatera Utara (USU) mendukung kepolisian untuk menangkap ahasiswanya yang melakukan aksi unjukrasa menolak wacana kenaikan harga BBM secara anarkis.

“Kita persilahkan kepada polisi menangkap mahasiswa kita yang anarkis. Jika perlu, polisi dapat mengetes urine mahasiswa yang ditangkap tersebut. Jika terbukti menggunakan narkoba, maka akan kami pecat,” kata Pembantu Rektor III USU, Raja Bongsu Hutagalung, Jumat (14/11/2014).

Baca Juga:  Dirut PLN Tinjau Langsung Keandalan Listrik Peringatan HUT ke-81 RI

Ia menyesalkan, aksi anarkis mahasiswa USU yang terlibat bentrok dengan masyarakat. “Sangat kita disayangkan aksi itu. Tidak seharusnya kau m intelektual berperilaku seperti itu,” ungkapnya.

Menurutnya, pascabentrokan aktivitas di kampus. USU sudah kembali normal. Ia juga menyampaikan permintaan maaf ke masyarakat atas perilaku anak didiknya.
“Kondisi USU sekarang sudah tenang. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada warga,” katanya.

Ia juga mengaku, pihaknya juga prihatin terhadap insiden tawuran antara Fakultas Hukum dengan Fakultas Teknis USU yang terjadi Rabu (12/11/2014) yang menyebabkan seorang wartawan menjadi korban pemukulan mahasiswa.

Baca Juga:  Sidang Uji UU PDP: Pemohon Gugat Kekosongan Lembaga Perlindungan Data

“Pemikiran mahasiswa bermacam-macam, mungkin seorang wartawan yang mendapatkan perlakukan kekerasan tersebut dianggap intel sama mahasiswa, ataupun di kira sesama mahasiswa. Jadi sebenarnya peristiwa tersebut terjadi secara spontan bukan kesengajaan, salah paham saja,” katanya. [KM-03]