Viral Plang Parkir Khusus Muslim, Polisi Temui Pengurus Masjid

MEDAN, KabarMedan.com | Sebuah plang bertuliskan “Parkir Khusus Muslim” yang dipasang di kawasan parkir Masjid Jami’ Al-Ridha, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, menghebohkan warganet.

Plang itu dinilai terlalu rasis. Sementara itu, dalam foto yang diambil oleh salah satu warganet yang tampak berpose di samping papan tersebut terlihat gereja yang lokasinya tak terlalu jauh dari masjid.

Keberadaan papan tersebut menuai pro kontra warganet di dunia maya. Banyak warganet yang merasa jika plang tersebut bisa menimbulkan gesekan antar umat beragama, namun tak sedikit pula warganet yang tampak tak mempermasalahkan keberadaan plang tersebut.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara mengatakan, terkait masalah ini sudah ditindaklanjuti.

“Iya betul dan sudah ditindaklanjuti,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Batubara, Ahmad Sofian, Selasa (28/1/2020).

Baca Juga:  Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global

Sofian mengatakan, pihak kepolisian sudah meminta klarifikasi dari pihak masjid terkait maksud pemasangan plang tersebut. Sofian mengimbau kepada semua umat untuk tak membuat plang atau pun spanduk bernada rasis agar tak menimbulkan konflik.

Pihak kepolisian mengadakan pertemuan dengan pengurus masjid.

Kapolres Batubara, AKP Ikhwan Lubis, pun telah meminta klarifikasi terhadap pengurus BKM Masjid Jami’ Al Ridho.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus masjid menyampaikan tak ada maksud untuk menyinggung hati umat non Muslim. Tunggul, salah satu pengurus BKM masjid bersyukur sudah diingatkan oleh polisi atas kontroversi pemasangan plang tersebut

AKP Ikhwan memberi imbauan kepada pihak BKM masjid untuk mengganti kalimat tersebut dengan kata-kata yang lebih halus agar tidak diartikan secara salah oleh masyarakat.

Baca Juga:  Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP

Terlebih lokasi papan tersebut berada tak terlalu jauh dari Gereja HKBP Lima Puluh. Ikhwan menambahkan jika selama ini masyarakat di Batubara hidup rukun bahkan meski rumah ibadah antar agama saling berdekatan.

“Agar kita saling menghormati antar umat beragama. Masalah kecil ini janganlah kita berselisih paham dan agar tidak dibesar-besarkan dengan membuat statement yang membuat kerukunan beragama kita di Kabupaten Batubara ini viral semakin membesar,” ujar Ikhwan.

Ikhwan juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk tak memprovokasi dan terprovokasi dengan hal-hal yang belum tentu kejelasannya. Masyarakat juga diminta untuk saling menghormati keyakinan satu sama lain. [KM-01]