MEDAN, KabarMedan.com | Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajeck Shah menjadi orang pertama yang melemparkan ‘manten tebu’ ke dalam mesin penggilingan di Pabrik Gula Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Selasa (25/2).
Di mana, penggilingan tebu di pabrik itu untuk pertama kalinya kembali aktif beroperasi setelah 5 tahun berhenti. Manten tebu adalah tebu yang siap diolah menjadi gula setelah melewati proses penggilingan.
Musa Rajekshah mengatakan, dengan kembali beroperasinya Pabrik Gula Sei Semayang (PGSS) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gula di Sumut, dan mengurangi masuknya gula impor. Selain itu, diharapkan dapat memengaruhi harga gula di pasaran
“Kita berharap kapasitasnya terus meningkat agar bisa memenuhi kebutuhan gula kita yang masih jauh kekurangannya dibandingkan produksi yang saat ini baru dari di Kuala Madu dan Sei Semayang,” katanya.
Direktur Utama PTPN II, M. Iswan Achir mengatakan, PTPN II selama ini memiliki dua pabrik gula, yaitu Pabrik Gula Kuala Madu dan Pabrik Gula Sei Semayang yang kapasitas penggilingannya 4.000 ton tebu per hari.
“Ini akan memacu produktifitas di lapangan. Tujuannya mendapatkan giling gula dengan kualitas baik dan cakupan hari giling sesuai standar pabrik gula yang berlaku,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kebutuhan gula di Sumut mencapai 200.000-300.000 ton per tahun, khusus untuk kebutuhan domestik atau rumah tangga. PTPN II, katanya, belum menghasilkan gula industri. Dalam hal ini, lanjutnya, maka yang paling dibutuhkan adalah kontinuitas supply tebu
Saat ini, luas produksi produksi tebu masih harus disesuaikan dengan komposisi pabrik. Areal yang dimiliki saat ini seluas 8.400 ha. Pihaknya menargetkan bisa mencapai 10.500-11.000 hektare untuk skala kontinuitas pabrik gula sehingga bisa berjalan dengan baik.
Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara, Dwi Sutoro mengatakan, di Indonesia ada lebih dari 20 pabrik gula. Pabrik yang ada di Sumut, bukanlah terbesar.
Namun, dengan beroperasinya kembali PGSS setelah 5 tahun berhenti, sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan gula domestik atau konsumsi.
Sutoro menambahkan, kebutuhan gula secara nasional untuk domestik atau konsumsi mencapai 3 juta ton. Sementara, PTPN group baru memiliki kapasitas 800 ribu ton, ditambah dengan pihak swasta, total 2,2 juta ton.
“Jadi secara nasional untuk gula konsumsi saja ada gap 800.000 ton. Tahun ini akan produksi 800.000-900.000 ton atau 30 persen dari kebutuhan nasional,” katanya
Koordinator humas PTPN II, Sutan Panjaitan mengatakan, dalam satu hari PGSS memproses 3.500 ton tebu. Dengan Rendemen 7 persen, nantinya akan didapatkan 245 ton gula per hari.
Tebu-tebu yang akan digiling dihasilkan dari 5.009 hektare dari total 8.500 hektare. Dari lahan 1 hektare, dihasilkan 75 ton tebu. “Nanti produksi di sini akan sampai pertengahan bulan 6,” pungkasnya. [KM-05]














