Walhi Sebut Pemerintah Tak Paham Akar Masalah Karhutla

JAKARTA, KabarMedan.com | Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyayangkan respons pemerintah yang lambat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Nur Hidayati menilai, pemerintah tidak memahami akar masalah di lapangan.

“Respons saya pemerintah itu lambat, termasuk presiden sendiri lambat dalam mengantisipasi hal-hal seperti ini. Kelihatan sekali terutama presiden seperti tidak memahami akar masalah,” katanya di Kantor Walhi, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Ia juga mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo yang memberikan kemudahan bagi pengusaha untuk berinvestasi di bidang apapun. Dengan kemudahan investasi yang diberikan pemerintah, katanya, pengusaha kerap kali tidak memperhatikan aspek-aspek lainnya seperti aspek lingkungan.

“Selama ini kita tahu yang menjadi penyebab terbesar kabut asap ini juga investasi yang memang sama sekali tidak memperhatikan aspek-aspek berkelanjutan. Dengan diberikannya fasilitasi dan kemudahan terus kepada investasi, ini menunjukkan presiden sebenarnya tidak memiliki cara pandang yang utuh tentang pembangunan ekonomi kita dan apa dampaknya bagi lingkungan,” ujarnya seperti diberitakan kumparan.com.

Nur menyayangkan sikap pemerintah yang tidak tegas dalam menghadapi perusahaan yang diduga menjadi penyebab kebakaran hutan. Padahal, seharusnya merekalah yang bertanggung jawab untuk memadamkan api.

“Ini yang disayangkan ketika di satu sisi dia memerintahkan seluruh aparat pemerintahan itu untuk memadamkan api dan ini sumber daya yang sangat besar dari pemerintah, yang seharusnya menjadi tanggung jawab menjadi tanggung jawab si perusahaan pelaku pembakaran untuk memadamkan api, ini justru ditalangi oleh pemerintah itu dengan sumber daya pemerintah,” ungkapnya.

Ia berharap presiden dapat dengan tegas dalam menerapkan kebijakan. Menurutnya, presiden harus benar-benar memahami permasalahan di lapangan sebelum mengambil keputusan tegas.

“Karena kalau dia mendorong yang ini harus dipadamkan, sementara yang lain itu justru menyalakan api, ini jadi enggak akan ada solusinya. Di kemudian hari pasti akan tetap menyaksikan bencana kabut asap seperti ini,” jelasnya.

Nur mengingatkan Jokowi terkait investasi kelapa sawit di Indonesia. Ia berharap agar investasi kelapa sawit ini jangan sampai membawa dampak negatif, khususnya bagi lingkungan.

“Jangan sampai kita malah justru sebenarnya dengan investasi sawit malah justru kita lebih banyak menderitanya. Lebih banyak buntung dibanding untung,” pungkasnya. [KM-03]