LAMPUNG, KabarMedan.com | PKPA (Pusat Kajian dan Perlindungan Anak) respon tsunami selat sunda di kecamatan Rajabasa Kalianda Lampung Selatan.
Adapun wilayah interpensi respon bencana yang dilakukan PKPA meliputi tiga desa diantaranya, desa Sukaraja, desa Waymuli Timur dan desa Kunjir kecamatan Rajabasa yang masih berada di kamp pengungsian desa-desa tersebut.
Dari hasil Asessment yang dilakukan oleh tim PEA (PKPA Emergency Respon) dan melibatkan relawan lokal dapat dipetakan bahwa masih sangat banyak kebutuhan pengungsi yang tinggal dikamp pengungsi di tiga desa tersebut yang belum direalisasi dengan baik.
Teuku Satria Mahmud, Koordinator Program Sunda Strait Tsunami Emergency Respon PKPA (Pusat Kajian dan Perlindungan Anak) mengatakan, ini merupakan dukungan dari Lembaga Malteser Internasional (MI) dari German, untuk membantu dan meringankan duka yang dihadapi seluruh korban terdampak tsunami selat sunda di lampung selatan yang masih menempati kamp pengungsian.
Adapun jenis bantuan yang sudah didistribusikan pada pengungsi diantaranya paket kebersihan 172 Paket, Paket perlengkapan dapur 172 Paket, Air bersih 172 Paket, paket perlengkapan sekolah 300 dan perlengkapan permainan anak-anak di setiap kamp pengungsi mendapatkan 3 box.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu dan meringankan duka korban terdampak tsunami selat sunda yang masih tinggal di kamp pengungsian dan akan menempati huntara yang telah disediakan oleh pemerintah Lampung Selatan nantinya,” katanya, Senin (25/2/2019).
Dalam proses distribusi bantuan ini berjalan tim PEA (PKPA Emergency Respon) juga melakukan assesment kondisi perekonomian masyarakat korban dampak tsunami selat sunda, bagaimana membangun kembali usaha dan pekerjaan tetap masyarakat pasca bencana.
Masyarakat terdamapak bencana akan kembali menata kehidupan baru mereka dalam kondisi kekurangan, sehingga terjawab ketahanan dan ketangguhan masyarakat pasca bencana ini melakukan aktifitas normal seperti semula kembali. [KM-03]














