2 Bocah SD di Serdang Bedagai Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian C

SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Dua orang bocah warga Dusun III Kampung Tempel Desa Sei Buluh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tewas tenggelam di kolam bekas galian C di Desa tersebut, Senin (04/05/2020).

Kedua bocah tersebut adalah, M Afiz alias Afiz (8) dan sepupunya Prasta Nugraha Pratama (11). Informasi yang diperoleh, peristiwa memilukan itu terjadi saat Afiz bersama abangnya Revan (10) dan sepupunya Prasta mandi di lokasi kolam galian berukuran kurang lebih 600 M2 tersebut.

Karena keasikan mandi, ketiganya masuk ke areal paling dalam hingga Prasta yang tidak pandai berenang terlebih dahulu tenggelam, melihat Prasta tenggelam Afiz yang juga kurang paham berenang mencoba menolong Prasta namun keduanya malah ikut tenggelam.

Baca Juga:  Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp. 4,3 T Pada Caturwulan I 2026

Revan yang melihat adiknya Afiz tenggelam sempat melakukan pertolongan dengan menarik tangannya namun Revan tidak mampu menolong adiknya hingga keduanya tenggelam di kolam sedalam kurang lebih 5 meter itu.

Revan yang panik langsung berlari meminta bantuan warga dan berjumpa dengan Bowo (18) warga sekitar yang kebetulan melintas, keduanya pun berhasil di angkat oleh Bowo namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Revan, di rumah duka, Rabu (06/05/2020) mengatakan, saat itu mereka sengaja bermain air dengan mandi di kolam tersebut, usai solat Zuhur ketiganya langsung mandi, namun ia melihat keduanya tenggelam.

Baca Juga:  Harkitnas 2026 di Sumut, Wagub Surya Tekankan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Saat itu Aku sudah menolong mereka, tapi tidak sanggup makanya aku lari ke rumah minta tolong orang” ucapnya.

Sementara Bowo yang mengangkat kedua korban mengatakan, korban yang pertama diangkat adalah Prasta kemudian Afiz, sempat dibawa ke klinik Azzahra Teluk Mengkudu namun keduanya sudah meninggal dunia.

Sedangkan Kapolsek Perbaungan AKP. Jhonson M Situmpul dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Saat ini TKP sudah diberi police line dan mendalami kasus tersebut”, terangnya.[KM-04]