[CEK FAKTA] Apa Benar Terawan Dapat Penghargaan WHO? Berikut Faktanya

KabarMedan.com | Beredar foto Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sedang memegang piala medali serta piagam yang disertai narasi yang mengklaim bahwa Terawan mendapat penghargaan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO atas keberhasilan Indonesia menangani pandemi Covid-19.

Berikut narasi lengkapnya :

Penghargaan dari WHO atas keberhasilan Indonesia dlm menangani Covid-19 ??????

Foto tersebut beredar bersamaan dengan menyebarnya undangan WHO kepada Terawan untuk mengikuti pertemuan virtual pada 6 November 2020. Bahkan undangan ini sempat disebut sebagai bentuk apresiasi WHO atas keberhasilan Terawan menangani Covid-19.

Apakah klaim tersebut benar ?

Pencarian dilakukan menggunakan search google image. Hasil dari penelusuran menampilkan sebuah artikel dari Sindonews.com yang berjudul ” “Dokter Terawan Raih Lifetime Achievement Award dari Leprid”.

Kemiripan terlihat dari seragam TNI yang dikenakan oleh Terawan, bentuk interior ruangan, serta desain piagam penghargaan Leprid. Dalam piagam itu pun, terdapat logo Leprid, berupa bintang berwarna emas yang sudut bagian atasnya berwarna merah-putih.

Menurut berita tersebut, Leprid memberikan penghargaan itu ketika masih menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Apresiasi tersebut diberikan karena Terawan menemukan metode cuci otak untuk penyakit stroke. Dilansir dari Suaramerdeka.com, Ketua Umum Leprid Paulus Pangka memberikan penghargaan dalam bentuk medali, piagam, dan piala kepada Terawan di RSPAD Gatot Soebroto pada 17 Juli 2019.

Sementara itu, mengenai undangan dari WHO, Menkes Terawan memang mendapatkan undangan dari WHO untuk menghadiri pertemuan virtual pada 6 November 2020. Namun, undangan ini tidak terkait dengan pemberian penghargaan kepada Terawan, melainkan terkait implementasi Intra-Action-Review (IAR) Covid-19 di Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mengatakan, “Bila dilihat isi suratnya, tidak ada pernyataan keberhasilan Indonesia dalam pengendalian pandemi, hanya mengakui keberhasilan indonesia dalam mengadakan kegiatan IAR.”

Menurut Dicky, IAR adalah mekanisme monitoring evaluasi terkait salah satu pilar dalam peraturan kesehatan internasional (IHR) hasil revisi pada 2005. Tujuannya, agar setiap negara bisa mawas diri terhadap capaian dan kekurangan dalam pengendalian pandeminya.

“Jadi, undangan konferensi pers dari WHO tersebut bukan dalam arti mengakui keberhasilan Indonesia dalam pengendalian pandeminya, tapi apresiasi karena telah melaksanakan kegiatan IAR yang dianggap ‘sukses’,” ujar Dicky.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kabar yang saat ini beredar, masuk dalam kategori disinformasi alias hoaks. [Tim Fact Checker]