[CEK FAKTA] COVID-19 Punya Akronim Hingga Penanaman Implan Barcode, Berikut Faktanya

KabarMedan.com | Beredar informasi dari akun Facebook Qidjwini Qorni https://archive.vn/enHPt dengan narasi yang berisi klaim bahwa COVID-19 adalah akronim dari “Certification Of Vaccination Identification 2019” dan adanya penanaman barcode implan di Wuhan pada 2019. Postingan ini disukai sebanyak 35 kali dan disebarkan kembali sebanyak 26 kali.

Hoaks ini sudah pernah beredar sejak Septermber 2020 lalu dengan narasi yang berbeda, berdasarkan media briefing oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktor Umum WHO menjelaskan bahwa nama resmi penyakit COVID-19 dengan penjabaran “CO” merujuk pada Corona, “VI” merujuk pada virus, dan “D” merujuk pada disease atau penyakit, istilah lain sebelum menggunakan kata COVID-19 adalah 2019-nCoV atau 2019 Novel Coronavirus. COVID-19 sendiri disebabkan oleh virus korona jenis baru yaitu SARS-CoV-2.

Berikut narasi lengkapnya:

“COVID-19 adlh,

C – Certification

O – Of

V – Vaccination

ID – IDentification

19 – 2019

Artinya adlh, Sertifikat sbg tanda bukti telah divaksin, Yakni berbentuk Bar Code, spt yg tertera pada barang2 yg dijual di swalayan yg jumlahnya ada 13 bar. Mereka mengatakan covid adlh corona virus, Namun nyatanya adlh Barcode, yakni barcode yg akan diimplankan di bagian tertentu pd tubuh manusia, spt jidad, leher, ataupun lengan yg menunjukkan orang tsb sdh divaksin.

Dan program pemasangan barcode itu dieksekusi pelaksanaannya pd akhir 2019, di kota Wuhan, RRC Setiap orang pny barcode sendiri2, Layaknya barang, jika tdk ada barcodenya, barang tsb tdk bisa masuk swalayan, Maka nanti, orang yg tdk memiliki tanda barcode pd tubuhnya, mereka tdk bisa masuk ke dlm tempat perbelanjaan, pelayanan umum, pelayanan kesehatan, pendidikan, transportasi, dll Maka dari singkatan COVID-19 diatas kita mengerti, pandemi ini adlh setingan, pandemi ini hny dibuat2, bahkan skenario dr pandemi ini sdh ada sejak th 2010 dlm suatu kajian akademi dr Universitas2 terkenal di dunia, yg diprakarsai dan didanai gembong Elit Global, Rockefeller Foundation…,

Dan simulasi dr kajian tsb persis sama dg yg terjadi pada hari ini, Apa tujuan besar dr pandemi setingan ini, ~ De Populasi, dg pasien yg ditakut2 i hingga bnyk yg mati krn depresi, dan selanjutnya dg vaksin, Vaksin itu berisi material kimia yg berbahaya dr ekstrak janin yg digugurkan, dll, jg mengandung logam2 spt aluminium dll, yg ini bila menyatu dg sel2 kita, sangat rentan terkena ganasnya radiasi 5G, Ini adlh program GREAT RESET menuju gerbang Tata Dunia Baru, New World Order…!

Yakni dimana dunia terbagi hny menjadi dua kelompok manusia saja, Klas Majikan dg Dajjal kelak sbg pemimpin tertingginya, dan Klas Budak, yakni semua manusia yg tdk diakui sbg golongan mereka…

Apakah rencana COVID-19 ini benar2 akan terwujud?

Jika di Negri ini, aku pesimis kita bisa menolaknya, walaupun aku tdk pernah putus asa mengingat betapa mudahnya dibodoh2 innya mereka dg istilah PROKES padahal sejatinya Protocol kepatuhan menuju gerbang Tata Dunia Baru, NWO.

Wallahu A’lam”

Apakah klaim tersebut benar?

Klaim tersebut tidak benar, sebab istilah COVID-19 bukanlah sebuah akronim tetapi singkatan dari Coronavirus Disease 2019. Teknologi chip implan ini sendiri sudah pernah digunakan pada 2019 di Swedia yang dapat memonitor kesehatan dan menggantikan kartu kerdit dan uang kertas dalam bertransaksi.

Menurut artikel berita nypost.com, lebih dari 4.000 orang di Swedia menerima implan mikrochip yang dipasangkan di bawah kulit tangan untuk kegiatan sehari-hari, memonitor kesehatan, menggantikan penggunaan kartu kredit dan uang kertas serta membuka pintu kantor dan gedung layaknya kartu kunci. Jowan Österlund sebagai perintis dari teknologi tersebut menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan aman tetapi tidak luput dari beberapa potensi kejahatan cybercrime seperti kepemilikian data yang dipersonalisasi, integrasi microchip dengan sistem lain dan data sharing mengingat meningkatnya cybercrime di Swedia akhir dekade ini.

Melihat dari penjelasan tersebut, klaim COVID-19 adalah akronim dari “Certification Of Vaccination Identification 2019” dan adanya penanaman barcode implan di Wuhan pada tahun 2019 adalah tidak benar dan termasuk dalam konten yang menyesatkan atau misleading content. [Tim Fact Checker]